UIN Siber Cirebon (Palir) — Menjaga lingkungan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Pesan itulah yang dibawa mahasiswa KKN Kelompok 144 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon saat melaksanakan edukasi pemilahan sampah di SDN 1 Palir, Desa Palir, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Melalui program kerja pendamping, mahasiswa KKN Kelompok 144 membuat 20 tempat sampah, yang terdiri atas 10 pasang tempat sampah organik dan anorganik. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) dan menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6.
Sebanyak 113 siswa mengikuti edukasi tersebut. Mereka terdiri atas 42 siswa kelas 4, 43 siswa kelas 5, dan 28 siswa kelas 6.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan fasilitas kebersihan baru bagi sekolah. Lebih dari itu, tempat sampah organik dan anorganik tersebut dijadikan sebagai media pembelajaran sederhana agar siswa terbiasa mengenali dan memilah sampah sejak dini.
Belajar Memilah Sampah dari Hal Sederhana
Dalam kegiatan edukasi, mahasiswa KKN memperkenalkan kembali perbedaan sampah organik dan anorganik dengan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sampah organik antara lain berupa sisa makanan dan daun yang lebih mudah terurai secara alami. Sementara sampah anorganik seperti plastik, botol, dan kemasan makanan membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai.
Penjelasan tersebut kemudian dikaitkan dengan aktivitas siswa sehari-hari.
Misalnya, setelah membeli makanan atau minuman, siswa diajak memperhatikan jenis sampah yang dihasilkan. Sampah tersebut kemudian dibuang ke tempat yang sesuai.
Dengan cara sederhana itu, siswa tidak hanya mengetahui teori tentang sampah, tetapi juga belajar menerapkannya.
“Pilah sampahnya, jaga lingkungannya.”
Pesan sederhana tersebut diharapkan dapat terus diingat dan menjadi kebiasaan siswa, baik di sekolah maupun di rumah.
113 Siswa Jadi Bagian dari Gerakan Peduli Lingkungan
Pemilihan siswa kelas 4 hingga kelas 6 menjadi bagian dari strategi edukasi. Pada usia tersebut, siswa dinilai sudah mampu memahami konsep dasar kebersihan dan menghubungkannya dengan kebiasaan sehari-hari.
Mahasiswa KKN Kelompok 144 berupaya membuat edukasi berlangsung secara mudah dan menyenangkan. Siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai jenis sampah, tetapi juga diajak memahami alasan mengapa sampah perlu dipilah.
Keberadaan 20 tempat sampah yang telah dibuat diharapkan semakin memudahkan siswa untuk menerapkan pengetahuan tersebut.
Dengan tempat sampah yang dibedakan berdasarkan jenisnya, siswa memiliki fasilitas yang jelas untuk membuang sampah sesuai kategorinya.
Kebersihan Sekolah Adalah Tanggung Jawab Bersama
Program ini juga membawa pesan bahwa menjaga kebersihan sekolah bukan hanya tugas petugas kebersihan.
Guru, siswa, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah memiliki peran yang sama.
Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya mungkin terlihat sederhana. Namun, jika dilakukan bersama dan konsisten, kebiasaan tersebut dapat memberikan perubahan besar terhadap lingkungan sekolah.
Karena itu, tempat sampah yang dibuat mahasiswa KKN tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas. Tempat sampah tersebut juga menjadi pengingat visual bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan.
Dari Sekolah untuk Lingkungan Desa Palir
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 144, kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi sederhana dalam mendukung pendidikan lingkungan di Desa Palir.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti ketika masa KKN selesai. Sebaliknya, tempat sampah yang telah disediakan dapat terus digunakan oleh warga sekolah.
Lebih penting lagi, kebiasaan memilah sampah diharapkan dapat tumbuh menjadi budaya.
Siswa yang belajar memilah sampah di sekolah dapat membawa kebiasaan tersebut ke rumah. Dari rumah, kebiasaan itu dapat berkembang ke lingkungan sekitar.
Dengan demikian, edukasi yang dimulai dari 113 siswa SDN 1 Palir berpotensi memberikan dampak yang lebih luas bagi keluarga dan masyarakat Desa Palir.
Kebiasaan Kecil, Dampak Besar
Program KKN Kelompok 144 menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus dimulai dari kegiatan yang besar.
Terkadang, perubahan justru dimulai dari sesuatu yang sederhana: mengetahui jenis sampah, memilahnya, lalu membuangnya pada tempat yang tepat.
Dari 20 tempat sampah yang dibuat, mahasiswa berharap lahir kebiasaan baru.
Dari 113 siswa yang mendapatkan edukasi, diharapkan tumbuh generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan.
Dan dari SDN 1 Palir, semoga tumbuh budaya bersih yang dapat menyebar ke lingkungan Desa Palir.
Sebab menjaga bumi tidak harus menunggu dewasa.
Anak-anak hari ini adalah penjaga lingkungan di masa depan. Dan langkah kecil mereka untuk memilah sampah bisa menjadi awal perubahan besar.


