UIN Siber Cirebon — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha melalui program Pendampingan UMKM Go Digital di Desa Sidamulya. Program yang dilaksanakan pada 27 Juli 2026 tersebut menyasar pelaku usaha lokal dengan memberikan pendampingan langsung dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan usaha.
Kegiatan dilaksanakan di Pabrik Thofu Sakura serta Pabrik Roti dan SM Bakery sebagai bagian dari upaya mahasiswa KKN membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pendampingan difokuskan pada pemanfaatan sarana digital yang dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap produk dan lokasi usaha.
Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian KKN Kelompok 18 di bidang pemberdayaan ekonomi dan literasi digital. Mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi turut mendampingi pelaku UMKM secara langsung dalam proses penerapan teknologi.
Memperluas Akses Pembayaran melalui QRIS
Salah satu bentuk pendampingan yang diberikan mahasiswa adalah membantu pelaku UMKM dalam proses pendaftaran QRIS sebagai metode pembayaran digital.
Pemanfaatan QRIS diharapkan dapat memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis bagi pelanggan. Kehadiran metode pembayaran digital juga menjadi bagian dari adaptasi UMKM terhadap perubahan kebiasaan konsumen yang semakin terbiasa menggunakan transaksi nontunai.
Dalam prosesnya, mahasiswa memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha agar mereka dapat memahami tahapan penggunaan QRIS dan manfaatnya dalam kegiatan transaksi sehari-hari.
Dengan semakin mudahnya metode pembayaran, pelaku UMKM diharapkan dapat memberikan pengalaman transaksi yang lebih fleksibel kepada pelanggan sekaligus meningkatkan kesiapan usaha dalam menghadapi perkembangan ekosistem ekonomi digital.
Hadir di Google Maps, UMKM Lebih Mudah Ditemukan
Selain pembayaran digital, KKN Kelompok 18 juga memberikan pendampingan dalam pembuatan dan pengelolaan Google Maps Business.
Kehadiran usaha pada platform digital tersebut dapat membantu masyarakat menemukan lokasi UMKM dengan lebih mudah. Informasi seperti nama usaha, lokasi, serta keberadaan bisnis di ruang digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan visibilitas usaha di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin mengandalkan pencarian digital.
Pendampingan ini juga memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM bahwa keberadaan usaha secara fisik dapat diperkuat dengan kehadiran di ruang digital. Dengan demikian, calon pelanggan yang belum mengetahui lokasi usaha dapat memperoleh informasi melalui pencarian di internet.
Pendampingan Dilakukan pada Dua UMKM
Program Pendampingan UMKM Go Digital telah dilaksanakan pada dua UMKM di Desa Sidamulya, yaitu Pabrik Thofu Sakura dan SM Bakery.
Mahasiswa KKN Kelompok 18 melakukan pendampingan secara langsung dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Proses tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membantu pelaku UMKM memahami penggunaan teknologi sekaligus melihat secara langsung tantangan digitalisasi yang dihadapi usaha masyarakat di tingkat desa.
Pemilik Pabrik Thofu Sakura, Mas Sidiq, mengapresiasi pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN Kelompok 18.
“Pendampingan ini sangat membantu kami untuk mulai mengenal dan memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usaha. Dengan adanya QRIS, pelanggan menjadi lebih mudah dalam melakukan pembayaran, sementara Google Maps membantu usaha kami agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Kami berharap pendampingan seperti ini dapat terus mendorong UMKM di Desa Sidamulya untuk berkembang dan mengikuti kemajuan teknologi.”
Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa pendampingan digital dapat memberikan manfaat praktis bagi pelaku UMKM, khususnya dalam memperluas akses pembayaran dan meningkatkan visibilitas usaha.
Dorong UMKM Adaptif terhadap Transformasi Digital
Ketua KKN Kelompok 18, Muhamad Arfan Maulidan, bersama para anggota kelompok menjadikan program ini sebagai salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.
Digitalisasi UMKM tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi, tetapi juga bagaimana pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi untuk memberikan kemudahan kepada konsumen, memperluas jangkauan informasi, dan meningkatkan daya saing usaha.
Melalui program tersebut, mahasiswa berharap pelaku UMKM Desa Sidamulya semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkan ruang digital secara mandiri untuk mengembangkan usaha.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Hj. Lilik Herawati, M.Pd., turut mendukung pelaksanaan program sebagai bagian dari rangkaian pengabdian KKN Kelompok 18 di Desa Sidamulya.
Wujudkan UMKM Desa yang Lebih Berdaya Saing
Program Pendampingan UMKM Go Digital menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN Kelompok 18 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penerapan QRIS dan pemanfaatan Google Maps Business menjadi langkah sederhana yang dapat membantu pelaku usaha mengikuti perkembangan ekosistem digital.
Ke depan, pemanfaatan teknologi diharapkan tidak berhenti pada penggunaan QRIS dan Google Maps, tetapi dapat berkembang menuju pemanfaatan berbagai kanal digital lainnya untuk promosi, pemasaran, pengelolaan pelanggan, dan pengembangan usaha.
Dengan semakin banyaknya UMKM yang mampu beradaptasi dengan teknologi, Desa Sidamulya diharapkan memiliki ekosistem usaha lokal yang lebih adaptif, mudah dijangkau konsumen, dan memiliki daya saing yang semakin kuat.
Keterkaitan dengan SDGs
Program Pendampingan UMKM Go Digital memiliki keterkaitan dengan SDGs Desa Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pendampingan digital kepada pelaku usaha dapat mendukung penguatan aktivitas ekonomi lokal serta membantu UMKM meningkatkan akses terhadap konsumen melalui pemanfaatan teknologi.
Kegiatan ini juga selaras dengan SDGs Desa Nomor 9 tentang Infrastruktur, Inovasi, dan Pembangunan yang Berkelanjutan, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari inovasi dalam menjalankan usaha. Penggunaan QRIS dan Google Maps Business menjadi bentuk sederhana digitalisasi yang dapat membantu pelaku UMKM mengikuti perkembangan teknologi.
Selain itu, program ini mendukung SDGs Desa Nomor 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa perguruan tinggi dan pelaku UMKM dalam proses peningkatan kapasitas usaha. Pendampingan tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital di tingkat desa dapat didorong melalui sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat.
Dengan demikian, program ini tidak hanya memperkenalkan teknologi kepada pelaku UMKM, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.


