UIN Siber Cirebon — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmen terhadap penyelesaian persoalan lingkungan di Desa Sidamulya melalui Seminar Literasi Lingkungan serta Mekanisme Pengangkutan Sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon. Kegiatan yang dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 di Desa Sidamulya, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, tersebut tidak berhenti pada edukasi, tetapi dilanjutkan dengan aksi nyata pemungutan sampah bersama armada dan tenaga DLH Kabupaten Cirebon.
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut atas persoalan sampah yang sebelumnya dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sidamulya. Dalam forum tersebut, persoalan sampah menjadi salah satu isu lingkungan yang dinilai perlu mendapatkan penanganan secara nyata.
Pemdes dan BPD kemudian mendorong mahasiswa KKN Kelompok 18 untuk menghadirkan DLH Kabupaten Cirebon ke Desa Sidamulya, tidak hanya sebagai narasumber untuk memberikan edukasi, tetapi juga membantu proses pengangkutan sampah melalui armada yang telah disediakan.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, KKN Kelompok 18 mengajukan surat permohonan kepada DLH Kabupaten Cirebon untuk menghadirkan narasumber sekaligus mendapatkan dukungan dalam mekanisme pemungutan sampah. Setelah melalui proses pengajuan selama kurang lebih tiga minggu, permohonan tersebut akhirnya memperoleh persetujuan.
Edukasi Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah
Seminar yang berlangsung di Balai Desa Sidamulya menghadirkan Hana, S.Kom. dari DLH Kabupaten Cirebon sebagai narasumber. Materi yang diberikan berfokus pada pentingnya pengelolaan sampah, pemanfaatan sampah rumah tangga, serta upaya mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan.
Salah satu pembahasan yang menarik perhatian peserta adalah pemanfaatan sampah organik dari aktivitas dapur. Sampah seperti sisa kupasan bawang, buah, dan berbagai limbah organik rumah tangga dapat dikumpulkan untuk kemudian diolah menjadi pupuk.
Hana, S.Kom. menjelaskan bahwa sampah organik memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali apabila dikelola dengan tepat.
“Sampah sebaiknya dikumpulkan selama enam bulan yang kemudian diolah menjadi pupuk, apalagi sampah dapur yang dihasilkan dari hasil kupas bawang atau buah.”
Materi tersebut memberikan perspektif kepada masyarakat bahwa sampah tidak selalu harus berakhir sebagai limbah. Dengan pengelolaan yang tepat, sebagian sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna sekaligus membantu mengurangi volume sampah yang dibuang.
Peserta mengikuti seminar dengan antusias karena materi yang disampaikan berkaitan langsung dengan persoalan sampah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi Berlanjut Menjadi Aksi Nyata
Setelah seminar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemungutan sampah di sejumlah titik di Desa Sidamulya. Armada dan tenaga dari DLH Kabupaten Cirebon turun langsung ke lapangan untuk membantu proses pengangkutan.
Mahasiswa KKN Kelompok 18 turut terlibat bersama pihak DLH dan Pemerintah Desa dalam kegiatan tersebut. Aksi pemungutan juga mendapat perhatian dari masyarakat dan anak-anak yang ikut membantu membersihkan serta mengumpulkan sampah di lingkungan sekitar.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan kolaborasi dan partisipasi bersama. Edukasi yang telah diberikan dalam seminar kemudian diterjemahkan menjadi tindakan konkret melalui kegiatan pemungutan sampah.
Bagi KKN Kelompok 18, langkah tersebut menjadi bagian penting dari pengabdian kepada masyarakat. Permasalahan yang ditemukan selama proses observasi dan FGD tidak hanya dibahas secara teoritis, tetapi diupayakan mendapatkan tindak lanjut dengan melibatkan instansi yang memiliki kewenangan dan sumber daya terkait.
Pemdes Apresiasi Tindak Lanjut KKN Kelompok 18
Pelaksanaan kegiatan mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Desa Sidamulya. Sekretaris Desa Sidamulya menilai mahasiswa KKN Kelompok 18 berhasil menghadirkan tindak lanjut konkret terhadap persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian pemerintah desa.
“Baru kali ini anak KKN bisa tembus mendatangkan Dinas Lingkungan Hidup, dan tidak hanya pemateri seminar, tetapi sekaligus armada dan tenaga DLH. Tidak hanya retorika saja.”
Apresiasi tersebut menjadi gambaran bahwa keberadaan mahasiswa KKN dapat menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan pemangku kepentingan terkait. Melalui koordinasi dan komunikasi yang dilakukan mahasiswa, persoalan sampah di Desa Sidamulya memperoleh perhatian langsung dari DLH Kabupaten Cirebon.
Ketua KKN Kelompok 18, Muhamad Arfan Maulidan, juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap kerja sama seluruh anggota kelompok dalam merealisasikan aspirasi Pemerintah Desa Sidamulya.
“Saya sangat bangga kepada rekan-rekan KKN Kelompok 18 bisa mewujudkan keinginan Pemdes, dan tidak hanya retorika semata.”
Perkuat Kepedulian Lingkungan melalui Kolaborasi
Kegiatan seminar dan pemungutan sampah tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat diarahkan pada penyelesaian persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat. Kolaborasi antara KKN Kelompok 18, Pemerintah Desa Sidamulya, BPD, masyarakat, dan DLH Kabupaten Cirebon menjadi langkah bersama untuk membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah, kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk mulai melihat sampah dari sisi yang berbeda, yaitu sebagai persoalan yang perlu dikelola sekaligus potensi yang dapat dimanfaatkan kembali.
Kegiatan tersebut turut didukung oleh Dr. Hj. Lilik Herawati, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), M. Arfan Maulidan selaku Ketua Kelompok, serta Pak Iman sebagai koordinator lapangan pemungutan sampah.
Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 18 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap kepedulian terhadap lingkungan di Desa Sidamulya dapat terus berkembang. Penanganan sampah tidak berhenti pada kegiatan pemungutan, tetapi dilanjutkan dengan kebiasaan memilah, mengurangi, dan memanfaatkan sampah sejak dari rumah.
Keterkaitan dengan SDGs
Kegiatan Seminar Literasi Lingkungan dan pemungutan sampah bersama DLH Kabupaten Cirebon memiliki keterkaitan kuat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya SDGs Desa Nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Edukasi mengenai pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk mendorong masyarakat untuk mengurangi sampah sekaligus memanfaatkan kembali sumber daya yang masih memiliki nilai guna.
Kegiatan ini juga mendukung SDGs Desa Nomor 11 tentang Desa/Kawasan Permukiman yang Berkelanjutan melalui aksi pemungutan sampah di sejumlah titik Desa Sidamulya. Lingkungan yang lebih bersih dan tertata menjadi bagian penting dalam menciptakan kawasan permukiman yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan.
Selain itu, kolaborasi KKN Kelompok 18 dengan Pemerintah Desa, BPD, masyarakat, serta DLH Kabupaten Cirebon selaras dengan SDGs Nomor 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sinergi lintas pihak tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan instansi teknis.
Dengan menggabungkan edukasi, koordinasi, dan aksi lapangan, kegiatan ini menjadi contoh bahwa pengabdian masyarakat dapat diarahkan untuk menghasilkan solusi yang lebih konkret dan berkelanjutan terhadap persoalan lingkungan di tingkat desa.


