UIN Siber Cirebon (Banjarwangunan) — Semangat belajar Al-Qur’an terus tumbuh di TPQ Al-Mu’id, Blok Kagungan, Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Selama satu bulan lebih, mahasiswa KKN Kelompok 23 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon hadir mendampingi anak-anak belajar mengaji sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan berlangsung sejak 16 Juli hingga 19 Agustus 2026. Selama program, mahasiswa membantu pengelola TPQ mengajarkan Al-Qur’an dan Iqra’ kepada anak-anak usia TK hingga SD.
Kegiatan belajar mengaji dilaksanakan secara rutin pada pukul 13.00–15.00 WIB, setiap Senin hingga Kamis dan Sabtu. Kehadiran mahasiswa menjadi warna baru dalam proses pembelajaran sekaligus membantu pengelola TPQ mendampingi para santri.
16 Mahasiswa Bergantian Dampingi Anak Mengaji
Sebanyak 16 mahasiswa KKN Kelompok 23 terlibat dalam kegiatan tersebut. Untuk memastikan pendampingan berjalan efektif, mahasiswa dibagi menjadi lima kelompok yang bertugas secara bergiliran setiap pekan.
Selain membantu membaca Al-Qur’an dan Iqra’, mahasiswa juga berupaya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pendekatan yang lebih dekat dengan anak-anak membuat kegiatan mengaji terasa lebih interaktif.
Ketua KKN Kelompok 23 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, M. Lutfi Hakim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan keagamaan anak-anak.
“Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN di TPQ Al-Mu’id dapat membantu dan memberikan warna baru dalam kegiatan belajar anak-anak. Tidak hanya meningkatkan kemampuan mengaji, tetapi juga menumbuhkan semangat mereka untuk terus belajar dan mengenal nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Tinggalkan Kenangan dan Semangat Belajar
Program pendampingan ditutup pada 19 Agustus 2026 dengan pemberian cenderamata berupa Al-Qur’an dan Iqra’. Cenderamata tersebut diberikan secara simbolis kepada pengelola TPQ sebagai kenang-kenangan dari KKN Kelompok 23.
Pemberian tersebut juga berkolaborasi dengan Agen Kebaikan dan Buku Prestasi. Harapannya, bantuan tersebut dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengaji anak-anak di TPQ Al-Mu’id.
Pengelola TPQ Al-Mu’id, Ibu Masniti, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama berada di lingkungan TPQ.
“Alhamdulillah, terima kasih kakak-kakak sudah membantu ibu mengajar anak-anak. Dengan adanya kehadiran kakak-kakak KKN di sini, ibu sangat terbantu,” ungkapnya.
Pengabdian yang Dekat dengan Masyarakat
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 23, Dr. Iwan, M.Ag., turut mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam pendidikan keagamaan masyarakat.
“Kegiatan di TPQ Al-Mu’id merupakan bentuk pengabdian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Saya berharap mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi anak-anak dan membantu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta bermanfaat,” tuturnya.
Bagi mahasiswa, pengalaman mengajar di TPQ bukan sekadar bagian dari program KKN. Kegiatan ini menjadi ruang untuk belajar berkomunikasi, memahami kebutuhan masyarakat, sekaligus berbagi ilmu dengan generasi muda.
Melalui program tersebut, KKN Kelompok 23 berharap semangat mengaji anak-anak TPQ Al-Mu’id tetap terjaga meski masa pengabdian mahasiswa telah berakhir. Sebab, menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini adalah investasi penting untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.


