UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Literasi Digital dan Artificial Intelligence (AI) di SDN 2 Setupatok pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menjadi ruang edukasi bagi guru SDN 2 Setupatok dan guru MI Nurussolehah untuk meningkatkan pemahaman mengenai literasi digital sekaligus memanfaatkan teknologi AI secara efektif, aman, dan etis dalam proses pembelajaran.
Seminar ini dilaksanakan sebagai respons terhadap perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang semakin dekat dengan dunia pendidikan. Guru tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk menilai informasi secara kritis, memahami risiko penggunaan teknologi, serta memastikan pemanfaatannya tetap sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik.
Memahami Literasi Digital di Tengah Perkembangan AI
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Wulan Andini, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 30. Sementara itu, jalannya seminar dipandu oleh Faidh Zainun Maulana sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami literasi digital sebagai kemampuan penting dalam menghadapi arus informasi yang semakin cepat. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, menggunakan, dan membagikan informasi secara kritis, aman, etis, serta bertanggung jawab.
Pembahasan kemudian diarahkan pada perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang kini mulai banyak digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. AI diperkenalkan sebagai alat bantu yang dapat dimanfaatkan guru untuk mendukung proses pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru.
AI sebagai Alat Bantu Kreativitas Pembelajaran
Dalam sesi seminar, peserta diperkenalkan pada berbagai potensi pemanfaatan AI untuk mendukung aktivitas pembelajaran. Guru dapat menggunakan AI untuk membantu menemukan ide pembelajaran, menyusun cerita literasi, membuat bahan bacaan, menyusun pertanyaan, mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), membuat ilustrasi, hingga merancang media pembelajaran yang lebih kreatif.
Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat membantu guru mengembangkan materi yang lebih variatif sekaligus menyesuaikannya dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.
Peserta juga tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis. Seminar dilengkapi dengan diskusi dan praktik sederhana agar guru dapat memperoleh pengalaman langsung dalam menggunakan AI untuk kebutuhan pembelajaran.
Salah satu praktik yang diperkenalkan adalah penyusunan prompt untuk menghasilkan Digital Literacy Story. Melalui praktik tersebut, peserta belajar bagaimana memberikan instruksi yang jelas kepada AI sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Dorong Penggunaan AI yang Aman dan Etis
Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, penggunaan AI juga memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami oleh pendidik. Karena itu, seminar turut membahas pentingnya penggunaan AI secara kritis dan bertanggung jawab.
Peserta diberikan pemahaman mengenai kemungkinan munculnya informasi yang keliru, bias dalam keluaran AI, perlindungan privasi dan data siswa, plagiarisme, hak cipta, serta risiko ketergantungan terhadap teknologi.
Pemahaman tersebut menjadi penting agar guru tidak menerima setiap informasi yang dihasilkan AI secara mentah. Hasil dari AI tetap perlu diperiksa, diverifikasi, dan disesuaikan kembali dengan konteks pembelajaran sebelum digunakan kepada peserta didik.
Dengan demikian, teknologi AI dapat ditempatkan sebagai mitra pendukung kreativitas guru, sementara keputusan dan tanggung jawab pedagogis tetap berada pada pendidik.
Guru Perlu Adaptif Menghadapi Transformasi Digital
Keterlibatan guru SDN 2 Setupatok dan MI Nurussolehah dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan pendidik menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan.
Kepala SDN 2 Setupatok turut mendukung pelaksanaan seminar yang menjadi bagian dari program KKN Kelompok 30 tersebut. Kolaborasi antara mahasiswa, DPL, dan pihak sekolah menunjukkan bahwa penguatan kapasitas pendidik dapat dilakukan melalui kegiatan berbagi pengetahuan yang dekat dengan kebutuhan di lapangan.
Melalui seminar ini, KKN Kelompok 30 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap para guru dapat semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk mendukung pembelajaran, sekaligus tetap mengedepankan aspek keamanan, etika, kreativitas, dan tanggung jawab.
Teknologi untuk Pendidikan yang Lebih Berkualitas
Seminar Literasi Digital dan AI ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas pendidik dan pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran.
Kegiatan ini turut berkaitan dengan SDGs poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya melalui pengenalan dan pemanfaatan inovasi teknologi digital dalam pendidikan. Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa KKN, dosen pembimbing, dan pihak sekolah mencerminkan semangat SDGs poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Pada akhirnya, literasi digital dan AI bukan sekadar kemampuan mengikuti perkembangan teknologi. Lebih dari itu, keduanya perlu diarahkan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih kreatif, kritis, aman, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.


