UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 71 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Literasi Digital bertajuk penguatan literasi media dan keuangan digital di Aula SMAN 5 Cirebon, Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB tersebut menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi arus informasi digital sekaligus memahami penggunaan layanan keuangan digital secara aman.
Seminar diikuti oleh perwakilan delapan siswa dari masing-masing 11 rombongan belajar kelas 12. Kegiatan turut dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dra. Otisia Arinindyah, M.M., Ketua Kelompok KKN 71 Andika Muhammad Surya, Sekretaris Lurah Karyamulya Saleh Hidayat, S.Sos., Wakil Kepala SMAN 5 Cirebon Lysa Rosiana, S.Pd., serta sejumlah narasumber dan mitra yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
Membekali Generasi Muda Menghadapi Arus Informasi Digital
Perkembangan teknologi digital membuat generasi muda semakin mudah memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti dengan tantangan berupa penyebaran berita bohong atau hoaks, informasi yang tidak terverifikasi, hingga berbagai bentuk kejahatan digital.
Berangkat dari kondisi tersebut, seminar dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan memahami dan menyikapi informasi secara lebih kritis. Peserta diajak untuk tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang diterima melalui media sosial.
Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah “saring sebelum sharing”. Prinsip ini mendorong siswa untuk memeriksa kebenaran informasi, memahami sumbernya, dan mempertimbangkan dampaknya sebelum membagikannya kepada orang lain.
Dorong Budaya Saring Sebelum Sharing
Materi pertama disampaikan oleh Dra. Otisia Arinindyah, M.M., selaku DPL. Ia membahas peran strategis mahasiswa dan generasi muda dalam membangun ekosistem digital yang sehat, produktif, dan bertanggung jawab.
Generasi muda dinilai memiliki posisi penting karena menjadi salah satu kelompok yang paling aktif menggunakan berbagai platform digital. Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan kecakapan dalam memahami informasi dan menjaga etika di ruang digital.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Nurohmat, S.Pd., M.Pd., Pengawas SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Ia memberikan penguatan mengenai literasi media, khususnya dalam menghadapi berita hoaks dan informasi yang belum terverifikasi.
Melalui materi tersebut, peserta diajak membangun kebiasaan untuk melakukan pengecekan sebelum mempercayai maupun membagikan sebuah informasi. Dengan budaya saring sebelum sharing, siswa diharapkan dapat menjadi pengguna media digital yang lebih kritis dan bertanggung jawab.
Kenali Keamanan Keuangan Digital
Selain literasi media, seminar juga membahas aspek keuangan digital yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Materi mengenai penggunaan dompet digital disampaikan oleh Setya Sekar Dewani dari Bank Indonesia.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan dompet digital di era modern sekaligus pentingnya menjaga keamanan data pribadi ketika melakukan transaksi secara elektronik.
Edukasi tersebut menjadi penting karena kemudahan transaksi digital juga disertai risiko, termasuk pencurian data dan berbagai bentuk kejahatan siber. Oleh karena itu, siswa perlu memahami pentingnya menjaga informasi pribadi, berhati-hati terhadap tautan atau pesan mencurigakan, serta tidak sembarangan memberikan data yang bersifat sensitif.
Melalui materi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan digital yang aktif, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Kolaborasi Pentahelix Perkuat Edukasi Digital
Pelaksanaan Seminar Literasi Digital KKN Tematik Kelompok 71 turut menunjukkan adanya kolaborasi berbagai unsur dalam mendukung penguatan kapasitas generasi muda. Kegiatan melibatkan mahasiswa dan DPL sebagai unsur akademisi, pihak sekolah, pemerintah kelurahan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta Bank Indonesia sebagai mitra strategis.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan edukasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi keuangan digital.
Wakil Kepala SMAN 5 Cirebon Lysa Rosiana, S.Pd. turut hadir dalam kegiatan, sementara Sukisna, S.Pd. selaku Kepala SMAN 5 Cirebon memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program edukasi tersebut. Dukungan dari Saleh Hidayat, S.Sos., Sekretaris Lurah Karyamulya, juga menjadi bagian dari sinergi antara mahasiswa KKN dan unsur pemerintahan di wilayah setempat.
Ketua Kelompok KKN Tematik 71, Andika Muhammad Surya, bersama rekan-rekan mahasiswa berharap kegiatan tersebut dapat memberikan bekal praktis bagi siswa dalam menghadapi tantangan di ruang digital.
Membangun Generasi Cerdas dan Bertanggung Jawab di Ruang Digital
Seminar Literasi Digital KKN Tematik Kelompok 71 menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan kecakapan digital masyarakat, khususnya generasi muda.
Kemampuan memilah informasi, mencegah penyebaran hoaks, memahami keamanan transaksi digital, serta menjaga data pribadi menjadi keterampilan yang semakin penting di tengah perkembangan teknologi.
Melalui edukasi yang dilakukan secara kolaboratif, siswa SMAN 5 Cirebon diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya aktif menggunakan teknologi, tetapi juga kritis dalam menerima informasi, bijak dalam bermedia, dan aman dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.
Kaitan dengan SDGs
Kegiatan ini mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan digital siswa sebagai bagian dari pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Seminar juga berkontribusi pada SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital secara positif dan bertanggung jawab. Sementara kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, pemerintah, Dinas Pendidikan, dan Bank Indonesia sejalan dengan SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Pada akhirnya, pesan “Saring Sebelum Sharing” menjadi pengingat penting bagi generasi muda bahwa kecakapan digital bukan hanya tentang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga tentang mampu berpikir kritis, menjaga keamanan diri, dan bertanggung jawab atas setiap informasi yang dibagikan.


