UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Anti Bullying bagi siswa SDN 1 dan SDN 3 Astanalanggar, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi kepada siswa untuk mengenali perilaku bullying, memahami dampaknya, serta membangun sikap saling menghargai dan peduli demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Seminar dilaksanakan secara serentak di kedua sekolah dengan melibatkan siswa, kepala sekolah, dan mahasiswa KKN sebagai penyelenggara sekaligus petugas kegiatan. Mengusung pesan “Berhenti Membully, Mari Mencintai”, kegiatan dikemas secara edukatif dan interaktif agar pesan pencegahan bullying dapat lebih mudah dipahami oleh siswa.
Edukasi Anti Bullying Dikemas Interaktif
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembukaan secara nonformal oleh MC dan dilanjutkan sambutan kepala sekolah. Di SDN 1 Astanalanggar, kegiatan dipandu oleh Fathan Rahmat Manila dan Rehana Nurul Jannah yang bertugas sebagai MC sekaligus pemateri. Sementara di SDN 3 Astanalanggar, peran tersebut dijalankan oleh Cindy Rahma Sari dan Wulan Sofwatunnajilah.
Pada pukul 09.10–09.30 WIB, siswa mendapatkan materi mengenai bullying, termasuk pentingnya mengenali perilaku perundungan serta memahami bahwa tindakan yang dapat menyakiti atau merendahkan orang lain perlu dihindari.
Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menonton bersama film bertema bullying pada pukul 09.30–10.00 WIB. Penggunaan media film menjadi salah satu pendekatan untuk membantu siswa memahami situasi bullying melalui contoh yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Film dan Renungan Bangun Empati Siswa
Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan penguatan pesan moral. Di SDN 1 Astanalanggar, sesi tersebut disampaikan oleh Teti Barokah, sedangkan di SDN 3 Astanalanggar disampaikan oleh Wulan Sofwatunnajilah.
Pesan dari film kemudian diperdalam melalui sesi renungan pada pukul 10.00–10.30 WIB. Sesi di SDN 1 Astanalanggar dibawakan oleh Avrilia Aurelia Avissa, sementara di SDN 3 Astanalanggar dipandu oleh Aulia Ulfah.
Melalui sesi tersebut, siswa diajak merefleksikan cara mereka memperlakukan teman, memahami perasaan orang lain, serta menumbuhkan empati. Siswa juga didorong untuk tidak menjadi pelaku, korban, maupun pihak yang membiarkan bullying terjadi di lingkungan sekolah.
Mendorong Sekolah Aman dan Nyaman
Kepala SDN 1 Astanalanggar, Sarjo, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi anti bullying penting untuk membangun kebiasaan saling menghargai sejak dini.
“Semoga kegiatan Seminar Anti Bullying ini dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya saling menghargai, menjaga perasaan teman, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.”
Hal senada disampaikan Kepala SDN 3 Astanalanggar, Jariyah, S.Pd. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu siswa memahami bahwa bullying bukanlah perilaku yang baik.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat memahami bahwa bullying bukanlah hal yang baik dan bersama-sama membangun kebiasaan untuk saling menyayangi, menghargai, dan mendukung satu sama lain.”
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag., turut mendukung kegiatan sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi dan penguatan karakter kepada masyarakat.
Sementara itu, Bryan Setiaji selaku Ketua Kelompok KKN dan Sobi, S.Ag. selaku Kuwu Desa Astanalanggar turut mendukung pelaksanaan program tersebut.
Melalui Seminar Anti Bullying, mahasiswa KKN UIN Siber Cirebon berupaya menanamkan kesadaran bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi setiap anak untuk belajar, bertumbuh, dan membangun pertemanan. Semangat “Berhenti Membully, Mari Mencintai” diharapkan dapat menjadi pesan yang terus diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Keterkaitan dengan SDGs
- SDG 3 – Good Health and Well-being: edukasi anti bullying turut mendukung kesehatan dan kesejahteraan anak dengan mendorong lingkungan sekolah yang aman serta mengurangi risiko dampak negatif perundungan.
- SDG 4 – Quality Education: kegiatan memperkuat pendidikan karakter, kesadaran sosial, empati, dan pembelajaran yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.
- SDG 10 – Reduced Inequalities: mendorong sikap saling menghargai dan memperlakukan setiap siswa secara setara tanpa diskriminasi maupun perundungan.
- SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions: menanamkan nilai perdamaian, sikap menghargai orang lain, serta penyelesaian persoalan tanpa kekerasan.


