UIN Siber Cirebon (Banjarwangunan) — Mahasiswa KKN Kelompok 23 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ikut mendorong budaya literasi di sekolah melalui program Penguatan Literasi Baca Tulis di SD Negeri 01 Banjarwangunan. Kegiatan yang berlangsung pada 27 Juli hingga 13 Agustus 2026 ini menyasar siswa kelas V dan VI.
Program tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kemampuan membaca, memahami informasi, berpikir kritis, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan gagasan.
Literasi Bukan Sekadar Membaca
Dengan jumlah siswa sekitar 800 orang, mahasiswa KKN memfokuskan pendampingan pada siswa kelas V dan VI. Khusus siswa kelas VI, kegiatan juga diarahkan untuk mendukung kesiapan akademik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Mahasiswa mengenalkan literasi sebagai kemampuan yang lebih luas daripada sekadar membaca. Siswa diajak memahami isi bacaan, menemukan informasi penting, mengolah informasi, menjawab pertanyaan, hingga menceritakan kembali dengan bahasa mereka sendiri.
Kegiatan menggunakan buku bacaan dan media digital yang relevan. Pendekatan dibuat interaktif agar siswa dapat belajar dengan suasana yang menyenangkan.
Latih Keberanian Berbicara
Salah satu kegiatan menarik adalah literasi massal yang dilaksanakan di lapangan sekolah dan melibatkan siswa. Beberapa siswa mendapat kesempatan menyampaikan hasil bacaannya di hadapan teman-teman, sementara siswa lainnya menyimak dan memberikan tanggapan.
Kegiatan ini tidak hanya membangun kebiasaan membaca, tetapi juga melatih kemampuan berbicara, menyimak, berpikir kritis, dan percaya diri.
Kepala SD Negeri 01 Banjarwangunan, Nia Nurani, S.Pd., mengapresiasi program tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan literasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN. Anak-anak mendapatkan pengalaman baru dalam membaca, memahami bacaan, dan berani menyampaikan apa yang mereka pahami,” ujarnya.
Salah seorang siswa kelas VI, Rafael, juga mengaku mendapatkan pengalaman baru.
“Awalnya malu ketika harus bercerita di depan teman-teman. Setelah mencoba, saya menjadi lebih berani,” ungkapnya.
KKN Hadir Menjawab Kebutuhan Sekolah
Ketua KKN Kelompok 23, M. Lutfi Hakim, mengatakan program dirancang agar siswa memahami bahwa literasi merupakan keterampilan penting dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin siswa tidak hanya membaca, tetapi juga memahami informasi, berpikir kritis, berani berpendapat, dan mampu mengomunikasikan kembali apa yang dipelajari,” jelasnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Iwan, M.Ag., menilai program tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 23 berharap budaya literasi di SD Negeri 01 Banjarwangunan dapat terus berkembang. Kolaborasi mahasiswa, guru, siswa, dan sekolah diharapkan mampu menjadikan membaca, memahami, dan berbagi pengetahuan sebagai kebiasaan positif dalam proses pembelajaran.
Sebab, satu buku yang dibaca hari ini dapat menjadi awal lahirnya satu gagasan besar di masa depan.


