UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 42 Desa Grogol UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Grogol, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus memperkuat sinergi antarkampus dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas mahasiswa dari kedua perguruan tinggi serta masyarakat sekitar. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat menjadi ruang bersama bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk berkontribusi secara langsung.
Edukasi Pentingnya Ekosistem Mangrove
Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat mengenai manfaat ekosistem mangrove bagi lingkungan dan masyarakat pesisir. Para peserta diberikan pemahaman mengenai peran mangrove dalam membantu mencegah abrasi dan erosi pantai, menjaga kualitas air pesisir, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut.
Selain memiliki fungsi ekologis, keberadaan kawasan mangrove juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Setelah sesi edukasi, mahasiswa dan warga bersama-sama melakukan penanaman bibit mangrove di area pesisir yang telah ditentukan. Dengan penuh semangat, peserta bekerja secara berkelompok untuk menanam bibit sekaligus memastikan proses penanaman dilakukan dengan baik.
Sinergi Lintas Kampus untuk Desa Berkelanjutan
Kuwu Desa Grogol, Kanisa, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi atas kolaborasi yang dilakukan mahasiswa KKN dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan IPB.
Menurutnya, kegiatan penanaman mangrove tidak hanya memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi bentuk nyata keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan desa.
“Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian lingkungan Desa Grogol. Kami juga mengapresiasi adanya sinergi mahasiswa KKN dari berbagai perguruan tinggi yang bersama-sama berkontribusi untuk desa,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 42, Dr. Emah Khuzaemah, M.Pd., menilai kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut menjadi langkah positif dalam memperluas dampak program pengabdian kepada masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan IPB dalam kegiatan penanaman mangrove ini. Semoga sinergi seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Grogol,” tuturnya.
Menanam Hari Ini, Menjaga Pesisir untuk Masa Depan
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 42 tidak hanya melakukan penanaman bibit mangrove, tetapi juga mengajak masyarakat membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Mangrove yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang. Karena itu, keberlanjutan program tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan peran masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir.
Kegiatan ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui upaya menjaga ekosistem pesisir dan SDG 14: Ekosistem Lautan melalui pelestarian kawasan pesisir serta habitat biota laut. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui kolaborasi tersebut, KKN Kelompok 42 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama mahasiswa KKN IPB berharap kegiatan penanaman mangrove dapat menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian lingkungan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat Desa Grogol.


