UIN Siber Cirebon (Indramayu) – Mahasiswa KKN Kelompok 111 Desa Cibereng melanjutkan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pembuatan QRIS dan penguatan branding usaha pada 5–7 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Pembuatan QRIS yang diberikan kepada anggota KKN 111 pada 4 Agustus 2026.
Pendampingan dilakukan secara langsung kepada UMKM yang sebelumnya telah menjadi bagian dari program penerbitan Sertifikat Halal. Setiap anggota KKN 111 mendampingi satu pelaku UMKM agar proses digitalisasi dan penguatan usaha dapat dilakukan secara lebih intensif.
QRIS untuk Mendukung Pembayaran Digital UMKM
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membantu pelaku UMKM melalui proses pembuatan QRIS hingga berhasil diterbitkan pada hari yang sama. Kehadiran QRIS diharapkan dapat memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis sekaligus membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan transaksi digital.
Salah satu pelaku UMKM dampingan, Sri Puspita, mengapresiasi pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut memudahkannya dalam memperoleh legalitas usaha sekaligus mulai menerapkan pembayaran digital.
“Terima kasih banyak, Mbak. Alhamdulillah, sudah dibantu dibuatkan sertifikat halal dan juga dibantu membuat QRIS,” ungkap Sri Puspita.
Perkuat Branding dan Visibilitas Usaha
Pendampingan KKN 111 tidak berhenti pada pembuatan QRIS. Mahasiswa juga membantu pelaku UMKM memperkuat branding melalui pembuatan poster dan media promosi produk.
Selain itu, mahasiswa melakukan pemetaan lokasi UMKM dan membantu mendaftarkan alamat usaha ke Google Maps. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan visibilitas usaha sehingga calon konsumen dapat lebih mudah menemukan lokasi UMKM secara digital.
Dengan demikian, pendampingan mencakup sejumlah aspek, mulai dari legalitas melalui sertifikasi halal, pembayaran digital melalui QRIS, penguatan identitas usaha, hingga pemasaran dan pemetaan lokasi secara digital.
Dorong UMKM Cibereng Naik Kelas
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Darwan, M.Kom., memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pendampingan UMKM tersebut. Sinergi mahasiswa dan pelaku usaha diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi perkembangan UMKM Desa Cibereng.
Ketua KKN Kelompok 111, Ahmad Nasrudin, mengatakan penguatan branding menjadi salah satu langkah untuk membantu UMKM memiliki daya saing yang lebih baik.
“Kami berharap branding yang dilakukan pada UMKM Desa Cibereng dapat memberikan output yang lebih progresif ke depan, sehingga UMKM semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih besar,” tuturnya.
Melalui pendampingan secara menyeluruh, KKN 111 Desa Cibereng berupaya membantu pelaku UMKM menghadapi kebutuhan usaha di era digital. Integrasi antara legalitas, digitalisasi pembayaran, branding, dan visibilitas usaha diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di Desa Cibereng.
Kaitan SDGs
- SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: mendukung pengembangan UMKM agar semakin produktif, berdaya saing, dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.
- SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui QRIS dan platform digital untuk mendukung aktivitas usaha.
- SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab: mendukung penguatan usaha lokal melalui pengelolaan dan pengembangan produk secara lebih terstruktur.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: memperkuat kolaborasi antara mahasiswa KKN, DPL, dan pelaku UMKM dalam pengembangan ekonomi masyarakat desa.


