UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN-28 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan inovasi literasi melalui program CERIA (Cerita Edukatif, Riang, Inspiratif untuk Anak). Kegiatan dikemas dalam bentuk Nonton Bareng (Nobar) yang berlangsung pada 8 Agustus 2026 di Lapangan Mushola Nurul Ta’lum, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.
Program ini menyasar anak-anak Desa Pamengkang sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui media audiovisual. Tidak hanya menjadi sarana hiburan, kegiatan CERIA dirancang untuk mengajak anak menyimak cerita, memahami pesan moral, mengembangkan keberanian menyampaikan pendapat, serta mengenali nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Film Menjadi Media Literasi yang Menyenangkan
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemutaran film “Na Willa”. Anak-anak mengikuti tayangan dengan antusias hingga selesai. Melalui film tersebut, peserta diajak mengenali berbagai nilai positif, karakter baik, serta pesan moral yang dekat dengan kehidupan mereka.
Pemanfaatan media audiovisual menjadi pendekatan yang dipilih mahasiswa KKN-28 agar kegiatan literasi terasa lebih dekat dengan dunia anak. Dengan suasana yang santai dan menyenangkan, anak-anak tetap memperoleh pengalaman belajar sekaligus mendapatkan ruang untuk berekspresi dan berinteraksi.
Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Anak-anak diberikan sejumlah pertanyaan mengenai alur cerita, tokoh, serta pesan yang terdapat dalam film. Sesi ini menjadi sarana untuk menguji pemahaman dan daya ingat sekaligus melatih keberanian anak dalam menyampaikan jawaban di hadapan teman-temannya.
Apresiasi untuk Mendorong Keberanian Anak
Untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi peserta, mahasiswa KKN-28 memberikan apresiasi kepada empat anak yang berani dan berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat. Hadiah yang diberikan berupa tumbler, alat tulis, dan notebook.
Apresiasi tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan, tetapi juga mendorong anak-anak untuk lebih percaya diri dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Melalui pendekatan sederhana tersebut, kegiatan literasi dapat berlangsung secara aktif tanpa menghilangkan unsur bermain dan kegembiraan.
Mahasiswa KKN-28 berharap CERIA dapat menjadi pengalaman belajar yang membekas bagi anak-anak Desa Pamengkang. Kegiatan ini juga menjadi upaya mengenalkan bahwa literasi tidak hanya dilakukan melalui aktivitas membaca buku, tetapi dapat dikembangkan melalui berbagai media yang mampu merangsang daya pikir, imajinasi, dan kemampuan anak dalam memahami informasi.
Menanamkan Nilai Empati dan Rasa Ingin Tahu
Selain pesan moral dari film, kegiatan CERIA juga membawa nilai penting mengenai bagaimana melihat dunia dari sudut pandang anak-anak. Anak perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan rasa ingin tahu, mengenal keberagaman, serta memperoleh pendampingan yang penuh empati dan kasih sayang dalam proses tumbuh kembangnya.
Pendekatan tersebut menempatkan anak bukan hanya sebagai penerima informasi, tetapi sebagai individu yang perlu didengarkan dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangannya. Karena itu, sesi diskusi setelah pemutaran film menjadi bagian penting dalam membangun keberanian dan kemampuan komunikasi anak.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-28, Dr. Inayatul Ummah, M.Pd., turut mendukung penguatan kegiatan literasi yang memberikan ruang belajar sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak.
Mendukung Pendidikan Berkualitas dan Desa Berkelanjutan
Program CERIA juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui upaya menghadirkan pembelajaran yang inklusif, menyenangkan, dan mendukung pengembangan kemampuan anak.
Kegiatan ini juga mendukung penguatan masyarakat melalui pendidikan nonformal di tingkat desa. Dengan menghadirkan ruang belajar alternatif yang dekat dengan kehidupan anak, KKN-28 turut berkontribusi dalam membangun budaya belajar dan literasi di Desa Pamengkang.
Melalui CERIA, mahasiswa KKN-28 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan bahwa literasi dapat dikemas secara kreatif, interaktif, dan sesuai dengan dunia anak. Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus mendorong tumbuhnya generasi yang gemar belajar, berani berpendapat, memiliki empati, serta mampu mengambil nilai positif dari berbagai pengalaman di lingkungan sekitarnya.


