UIN Siber Cirebon – UIN Siber Cirebon terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pengabdian. Salah satunya diwujudkan oleh Himpunan Mahasiswa Sosial (HIMASOS) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang menggelar Bakti Sosial (BAKSOS) bertema “Mahasiswa Bergerak, Masyarakat Berdampak” di Desa Sarwadadi, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, pada 21 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, keagamaan, dan sosial.
BAKSOS dirancang sebagai program pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pendidikan, pelestarian lingkungan, kesehatan, serta penguatan nilai-nilai sosial dan budaya. Melalui keterlibatan langsung mahasiswa di tengah masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong yang berkelanjutan.
Hadirkan Program Pengabdian yang Menyentuh Berbagai Sektor
Selama pelaksanaan BAKSOS, HIMASOS menghadirkan berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Desa Sarwadadi. Program tersebut meliputi seminar lingkungan hidup dan praktik pembuatan kompos, layanan pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak dan lansia, kegiatan HIMASOS Mengajar, pembinaan keagamaan melalui pengajian, kerja bakti lingkungan, silaturahmi dengan masyarakat, hingga perlombaan edukatif dan permainan tradisional bagi anak-anak.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan dampak yang menyeluruh. Di bidang pendidikan, mahasiswa memberikan pendampingan belajar kepada anak-anak. Pada aspek kesehatan, masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Sementara itu, di bidang lingkungan, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pengolahan limbah organik menjadi kompos sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Pelestarian Budaya Jadi Bagian dari Pengabdian
Selain fokus pada aspek sosial dan lingkungan, kegiatan BAKSOS juga menghadirkan Seminar Kebudayaan yang dipandu oleh Drs. H. Juhana. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga identitas budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
“Kita tidak bisa membendung arus zaman, dan kita akui beberapa kesenian seperti Mapak Sri atau Wayang kini mulai jarang dipentaskan. Namun, esensi kebudayaan Sarwadadi tidak boleh pudar; merawat budaya gotong royong, menjaga kebersihan makam leluhur, serta mempertahankan tradisi haul adalah benteng spiritual kita dalam menjaga identitas lokal,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya diwujudkan melalui pertunjukan seni, tetapi juga melalui kebiasaan hidup masyarakat yang tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Edukasi Lingkungan Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan BAKSOS. Melalui Seminar Lingkungan Hidup, Amanda Elfas Reliandio, S.P. memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.
“Kunci utama mengatasi penumpukan sampah di TPA adalah keberanian kita untuk memilah langsung dari sumbernya, yaitu skala rumah tangga. Dengan memisahkan materi organik untuk pengomposan atau biopori, serta menerapkan prinsip 3R melalui Bank Sampah untuk materi anorganik, kita tidak hanya menyelamatkan lingkungan Kabupaten Cirebon tetapi juga mampu memutar roda ekonomi keluarga secara mandiri,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan besar dalam pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh setiap keluarga.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
Kegiatan BAKSOS juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya AKP Ngatidja, S.H., M.H. selaku Kapolsek Talun, Ahmad Jahid selaku Kepala Desa Sarwadadi, Juju Juhariah selaku Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, serta Ustaz Umar yang mewakili Pemerintah Desa Sarwadadi dalam kegiatan pembukaan.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, dan mahasiswa menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang sehat, peduli lingkungan, serta tetap menjaga nilai-nilai budaya dan keagamaan.
Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi
Melalui kegiatan Bakti Sosial ini, HIMASOS UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menghadirkan berbagai program pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah kehidupan masyarakat.
Semangat “Mahasiswa Bergerak, Masyarakat Berdampak” menjadi refleksi bahwa pengabdian bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya bersama dalam menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, keagamaan, hingga pelestarian budaya, BAKSOS diharapkan mampu memperkuat kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Sarwadadi.
Program ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi, membangun kolaborasi, dan menginspirasi masyarakat melalui aksi nyata yang berdampak.


