UIN Siber Cirebon (Digos, Filipina) — Pengalaman internasional mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin kaya pada hari kedua pelaksanaan International Mobility Program dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional 2026 bersama UM Digos College, Filipina.
Pada Selasa (11/8/2026), rangkaian kegiatan diarahkan pada penguatan pengalaman akademik melalui presentasi penelitian, sharing session, serta interaksi bersama mahasiswa International Relations. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus melihat isu sosial dan ekonomi dari perspektif yang berbeda.
Empat mahasiswa FEBI yang mengikuti program tersebut adalah Fifi Nur Aisah dari Program Studi Akuntansi Syariah, Lubna Alya dari Program Studi Pariwisata Syariah, Diva Aulia Ainur Kharisma dari Program Studi Ekonomi Syariah, dan Raquema Bonggoan Moten dari Program Studi Perbankan Syariah.
Keempat mahasiswa tersebut tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga membawa pengalaman dan perspektif akademik dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ke lingkungan akademik internasional.
Presentasi Penelitian Jadi Ruang Bertukar Gagasan
Pada hari kedua, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melakukan presentasi penelitian dan mengikuti diskusi akademik mengenai berbagai isu sosial serta ekonomi yang berkembang di Filipina.
Berbagai bidang menjadi bahan pembahasan, antara lain pariwisata, perbankan, akuntansi, dan perekonomian Filipina.
Diskusi tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa. Mereka dapat melihat bagaimana persoalan ekonomi dan sosial dipahami dari sudut pandang masyarakat serta lingkungan akademik di Filipina.
Bagi Fifi Nur Aisah, Lubna Alya, Diva Aulia Ainur Kharisma, dan Raquema Bonggoan Moten, forum ini juga menjadi kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di negara lain.
Pertukaran pengetahuan seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu membaca perkembangan global.
Pengetahuan menjadi lebih bermakna ketika mahasiswa mampu membandingkan, bertanya, berdiskusi, dan menemukan perspektif baru.
Belajar Ekonomi dari Perspektif Filipina
Pembahasan mengenai sektor pariwisata, perbankan, akuntansi, dan ekonomi memberikan pengalaman multidisipliner bagi mahasiswa FEBI.
Mahasiswa Pariwisata Syariah, misalnya, dapat memperoleh perspektif mengenai perkembangan pariwisata dalam konteks Filipina. Sementara mahasiswa Akuntansi Syariah dan Perbankan Syariah memiliki kesempatan memperluas pemahaman mengenai sektor keuangan dan akuntansi.
Di sisi lain, mahasiswa Ekonomi Syariah dapat melihat dinamika perekonomian Filipina melalui diskusi dan pengalaman akademik secara langsung.
Perbedaan perspektif tersebut justru menjadi kekuatan dalam program mobilitas internasional.
Mahasiswa dapat memahami bahwa persoalan ekonomi tidak selalu memiliki pendekatan yang sama di setiap negara. Ada faktor budaya, kebijakan, kondisi sosial, serta karakter masyarakat yang ikut memengaruhi perkembangan sebuah sektor.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk membangun cara berpikir kritis dan terbuka.
Belajar Bersama Mahasiswa International Relations
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran bersama mahasiswa International Relations.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa Indonesia dan Filipina saling memperkenalkan diri, berbagi pengalaman, serta mengenalkan bahasa dan budaya masing-masing.
Suasana interaksi berlangsung secara lebih cair. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk berbicara langsung dengan rekan-rekan dari negara lain dan menemukan berbagai kesamaan maupun perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembelajaran internasional.
Sebab, pengalaman global tidak hanya dibangun melalui seminar atau presentasi penelitian. Kemampuan memahami manusia dan budaya yang berbeda juga merupakan bagian dari kompetensi global.
Mahasiswa belajar bagaimana menyampaikan gagasan, mendengarkan perspektif orang lain, menghargai perbedaan, sekaligus membangun komunikasi yang positif.
Wadek I: Internasionalisasi Harus Membentuk Pengalaman Nyata
Wakil Dekan I FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Hj. Dewi Fatmasari, M.Si., menilai kegiatan akademik dan interaksi lintas budaya dalam International Mobility Program dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional memiliki nilai penting bagi pengembangan mahasiswa.
Menurutnya, pengalaman belajar di luar negeri memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga sosial dan personal.
“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas. Presentasi penelitian, diskusi, dan interaksi dengan mahasiswa dari negara lain akan membantu mereka membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta wawasan global.”
Ia berharap pengalaman tersebut dapat mendorong semakin banyak mahasiswa FEBI untuk berani mengikuti program akademik internasional.
Menurutnya, mahasiswa harus melihat dunia sebagai ruang belajar yang luas. Dengan pengalaman tersebut, mereka diharapkan semakin siap menghadapi lingkungan kerja dan masyarakat yang semakin terkoneksi secara global.
Yati Haryati: Pengalaman Lintas Budaya Jadi Bekal Berharga
Sementara itu, Yati Haryati, M.Sc Sekretaris Program Studi Pariwisata Syariah turut memberikan perhatian terhadap pentingnya pengalaman mahasiswa dalam berinteraksi dengan lingkungan akademik internasional.
Menurutnya, kesempatan bertemu mahasiswa dari negara lain memberikan pengalaman yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga melatih mahasiswa untuk beradaptasi.
“Ketika mahasiswa bertemu dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda, mereka belajar untuk lebih terbuka, menghargai perbedaan, dan membangun komunikasi dengan cara yang lebih baik.”
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk berkembang menjadi generasi yang tidak hanya kompeten di bidang keilmuan, tetapi juga mampu berinteraksi dalam lingkungan yang beragam.
Dari Filipina, Mahasiswa Membawa Pulang Perspektif Baru
International Mobility Program dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional 2026 menunjukkan bahwa pembelajaran internasional bukan sekadar tentang mengunjungi negara lain.
Lebih jauh, program ini menjadi proses untuk membuka wawasan, memperkuat jejaring, mengembangkan kemampuan komunikasi, dan membangun keberanian untuk belajar dari perbedaan.
Bagi empat mahasiswa FEBI, pengalaman di UM Digos College menjadi bagian dari perjalanan akademik yang berharga.
Fifi, Lubna, Diva, dan Raquema tidak hanya membawa nama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ke Filipina. Mereka juga membawa pulang pengalaman dan perspektif baru yang dapat dibagikan kepada lingkungan kampus dan masyarakat.
Dari ruang presentasi penelitian hingga percakapan bersama mahasiswa Filipina, mereka belajar bahwa dunia akademik tidak memiliki batas geografis.
Dari Cirebon ke Filipina, mereka belajar satu hal penting: semakin luas seseorang melihat dunia, semakin banyak pula kesempatan untuk memahami, berkolaborasi, dan memberikan manfaat.
Pengalaman ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon lainnya untuk terus berani mengambil kesempatan internasional, mengembangkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi muda Indonesia yang berwawasan global, berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi di tingkat internasional.


