UIN Siber Cirebon (Kuningan) – Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (HIMABKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi membuka Gerakan Mengabdi (GEMA) 2026 di Balai Desa Sagarahiang, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Kamis (2/7/2026). Program pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus berkolaborasi bersama masyarakat dalam menghadirkan program-program yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Pembukaan GEMA 2026 berlangsung khidmat dengan dihadiri Kuwu Desa Sagarahiang Airka, S.E., M.M., Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Bambang Setiawan, M.Pd., Ketua Umum HIMABKI Alpin Fadzrullah, Ketua Pelaksana GEMA 2026 Bintang Faqih Azzufar, dosen, perangkat desa, serta seluruh mahasiswa volunteer yang akan melaksanakan pengabdian di Desa Sagarahiang.
Sinergi Kampus dan Desa untuk Masyarakat
Gerakan Mengabdi (GEMA) merupakan program tahunan HIMABKI yang dirancang sebagai wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa melalui pengabdian langsung kepada masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan, para volunteer akan mengimplementasikan berbagai program yang telah disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, kepemimpinan, dan karakter mahasiswa.
Dalam sambutannya, Kuwu Desa Sagarahiang, Airka, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan HIMABKI yang menjadikan Desa Sagarahiang sebagai lokasi pelaksanaan GEMA 2026.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa HIMABKI di Desa Sagarahiang. Semoga seluruh program Gerakan Mengabdi dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa semangat pengabdian, tetapi juga menjadi bagian dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendorong pembangunan masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan.
Implementasi Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi
Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, Bambang Setiawan, M.Pd., menegaskan bahwa Gerakan Mengabdi merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Gerakan Mengabdi merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Saya berharap mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang dimiliki, menjaga nama baik institusi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh volunteer senantiasa menjunjung tinggi etika, mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, serta menjadikan kegiatan ini sebagai proses pembelajaran yang akan memperkaya pengalaman akademik maupun sosial.
Membangun Kepedulian dan Pengalaman Bermakna
Ketua Umum HIMABKI, Alpin Fadzrullah, menyampaikan bahwa GEMA tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter mahasiswa.
“Gerakan Mengabdi bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, mengabdi, dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Semoga kehadiran HIMABKI dapat memberikan dampak yang bermanfaat bagi Desa Sagarahiang,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Pelaksana GEMA 2026, Bintang Faqih Azzufar, menegaskan komitmen panitia dan seluruh volunteer untuk melaksanakan setiap rangkaian kegiatan secara optimal.
“Kami berkomitmen melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab. Semoga sinergi antara panitia, peserta, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menjadikan Gerakan Mengabdi 2026 berjalan sukses dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.
Menyiapkan Mahasiswa yang Adaptif dan Peduli Masyarakat
Melalui Gerakan Mengabdi 2026, mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi akademik yang diperoleh selama perkuliahan dalam kehidupan nyata, sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan kepedulian sosial.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program-program pengabdian yang berdampak.
Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, Gerakan Mengabdi (GEMA) 2026 diharapkan mampu mempererat hubungan kemitraan, meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat, serta melahirkan mahasiswa yang adaptif, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.


