UIN Siber Cirebon – Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menggelar mentoring rutin bagi mahasiswa penerima beasiswa. Kegiatan berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, di Kopi Manis, Talun, Cirebon, dan diikuti seluruh mahasiswa penerima BCB Angkatan 6 dan 7.
Mengangkat tema “Penguatan Bahasa Asing”, mentoring dipandu langsung oleh Mentor BCB UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Wulandari, M.A.Hum. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan interaktif sehingga mahasiswa dapat berdiskusi sekaligus mempraktikkan kemampuan bahasa secara langsung.
Dalam pemaparannya, Wulandari menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing di tengah perkembangan dunia yang semakin terhubung.
Menurutnya, bahasa adalah jembatan yang dapat menghubungkan seseorang dengan bangsa lain, budaya, ilmu pengetahuan, serta berbagai peluang di tingkat global.
“Bahasa adalah jembatan,” ujar Wulandari, seraya mendorong mahasiswa untuk menjadikan kemampuan bahasa asing sebagai bagian dari pengembangan diri.
Bahasa Asing Buka Akses Ilmu dan Karier
Mentoring juga membahas manfaat penguasaan bahasa asing dalam dunia pendidikan. Kemampuan bahasa asing dapat membantu mahasiswa mengakses berbagai literatur internasional, jurnal, buku, dan sumber pengetahuan lainnya yang belum tersedia dalam bahasa Indonesia.
Tidak hanya untuk pendidikan, kemampuan bahasa asing juga menjadi nilai tambah dalam dunia kerja. Mahasiswa yang menguasai bahasa asing memiliki peluang lebih luas untuk berkarier di berbagai bidang, seperti perusahaan multinasional, pariwisata, diplomasi, pendidikan, dan sektor profesional lainnya.
Dalam mentoring tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejumlah bahasa asing yang populer dan relevan untuk dipelajari, terutama bahasa Inggris dan bahasa Arab.
Tidak Sekadar Teori, Mahasiswa Diajak Praktik
Agar pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman teori, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi belajar bahasa asing yang efektif. Mahasiswa didorong untuk membangun kebiasaan belajar secara konsisten melalui praktik sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui mentoring BCB ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa kemampuan bahasa asing bukan sekadar keterampilan tambahan, tetapi merupakan bekal penting untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan membuka peluang di tingkat global.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi mahasiswa penerima BCB bahwa kesempatan memperoleh pendidikan perlu diiringi dengan kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi.
Dari mentoring yang santai, lahir semangat untuk menguasai bahasa. Dari bahasa, terbuka jembatan menuju ilmu, jejaring, dan dunia yang lebih luas.


