UIN Siber Cirebon (Indramayu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 73 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan “Moli Menyapa”, sebuah kegiatan perlombaan bercerita dan menggambar sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi sekaligus mengembangkan kreativitas siswa sekolah dasar. Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu tersebut berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026, di SDN 3 Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Moli Menyapa ditujukan bagi siswa kelas 2 dan 3 SD/MI dengan menghadirkan dua cabang perlombaan, yakni Lomba Bercerita dan Lomba Menggambar. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan literasi, keberanian tampil, kreativitas, imajinasi, serta kemampuan mengekspresikan gagasan melalui cerita dan karya visual.
Selain menjadi ajang kompetisi, Moli Menyapa juga menjadi sarana bagi mahasiswa KKN Kelompok 73 untuk melihat perkembangan kemampuan siswa setelah mengikuti berbagai program pembelajaran selama pelaksanaan KKN di sekolah-sekolah sasaran.
Moli Menyapa, Ruang Kreatif untuk Menumbuhkan Literasi Anak
Kegiatan Moli Menyapa melibatkan siswa dari empat sekolah, yakni SDN 1 Rajasinga, SDN 3 Rajasinga, SDN 123 Rajasinga, dan MI Hidayatus Shibyan. Para peserta berkumpul di SDN 3 Rajasinga untuk mengikuti rangkaian kegiatan literasi dan kreativitas dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan.
Kegiatan juga mendapat dukungan dari pihak sekolah, termasuk Ibu Idah Af’idah, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 3 Rajasinga, serta keterlibatan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu melalui layanan perpustakaan keliling.
Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan buku dan mengenal aktivitas membaca sebagai bagian dari pengalaman belajar yang menyenangkan.
Dalam sambutannya, Ibu Idah Af’idah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan berbagai potensi yang mereka miliki.
“Kegiatan ini sangat membantu dalam mengembangkan bakat siswa, khususnya dalam membaca, menggambar, dan bercerita. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk merangkul empat sekolah dalam satu tempat dan memberikan ruang kepada siswa untuk berkompetisi secara positif,” ujar Ibu Idah.
Diawali Senam dan Memilih Buku
Rangkaian Moli Menyapa diawali dengan sambutan dari Ibu Idah Af’idah, S.Pd., yang menyampaikan pentingnya kegiatan bersama sebagai ruang untuk merangkul siswa dari berbagai sekolah sekaligus mendorong mereka aktif dalam kegiatan literasi.
Sambutan kemudian disampaikan oleh Ahmad Nurfauzi, Ketua Kelompok KKN 73. Ia menjelaskan bahwa perlombaan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.
Setelah sesi sambutan, mahasiswa KKN mengajak seluruh peserta mengikuti senam bersama. Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih cair sekaligus membangun semangat siswa sebelum mengikuti perlombaan.
Usai senam, setiap peserta diberikan kesempatan memilih dan mengambil satu buku yang telah disediakan. Aktivitas tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Moli Menyapa karena siswa diajak berinteraksi langsung dengan buku sebelum memasuki sesi perlombaan.
Bercerita dan Menggambar, Belajar Sambil Bereksplorasi
Pada lomba bercerita, peserta diberikan kesempatan menyampaikan cerita dengan gaya dan kemampuan masing-masing. Aktivitas ini melatih keberanian anak untuk tampil di depan orang lain sekaligus mengembangkan kemampuan berbicara dan memahami isi cerita.
Sementara itu, lomba menggambar menjadi ruang bagi peserta untuk menuangkan imajinasi dan gagasan melalui karya visual. Anak-anak diberikan kebebasan untuk mengembangkan kreativitas sesuai dengan kemampuan dan perspektif mereka.
Melalui kedua perlombaan tersebut, literasi tidak ditempatkan hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga dikembangkan melalui kemampuan memahami informasi, menyampaikan gagasan, berkomunikasi, berkreasi, dan percaya diri dalam mengekspresikan diri.
Ahmad Nurfauzi menjelaskan bahwa Moli Menyapa menjadi salah satu langkah mahasiswa KKN dalam memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.
“Kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk memberikan ruang kepada siswa dalam menuangkan bakat yang selama ini mereka miliki, sehingga potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi sebuah prestasi,” jelas Ahmad.
Kolaborasi Membangun Budaya Literasi
Setelah seluruh perlombaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, keberanian, dan kreativitas peserta. Seluruh peserta, mahasiswa KKN, pihak sekolah, serta pihak yang terlibat kemudian melakukan foto bersama sebagai dokumentasi.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 73, Nur Salim, M.Pd.I., turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Moli Menyapa menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang dekat dengan dunia anak. Membaca, bercerita, menggambar, bergerak, bermain, dan berkompetisi secara sehat dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menyenangkan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, sekolah, siswa, serta Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun budaya literasi sejak usia sekolah dasar. Lebih dari sekadar perlombaan, Moli Menyapa menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, berekspresi, membangun kepercayaan diri, sekaligus menemukan potensi yang dapat dikembangkan menjadi prestasi.
Selaras dengan SDGs
Kegiatan Moli Menyapa sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung terciptanya pembelajaran yang inklusif, kreatif, dan mendorong pengembangan potensi peserta didik.
Kegiatan ini juga mendukung SDGs poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sekolah, siswa, dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu dalam memperkuat ekosistem literasi di masyarakat.


