UIN Siber Cirebon – Kunjungan monitoring dan evaluasi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 77, Dr. H. Yusuf, M.Pd., menjadi momentum untuk memperkuat sinergi mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjalankan program pengabdian bertema penguatan literasi di Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan yang berlangsung pada 3 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh DPL bersama 15 mahasiswa KKN Kelompok 77. Monitoring dilakukan untuk meninjau pelaksanaan program kerja, mengevaluasi capaian, sekaligus memastikan kegiatan yang dijalankan mahasiswa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Monitoring Program Sekaligus Evaluasi di Lapangan
Dalam kunjungannya, Dr. H. Yusuf, M.Pd. meninjau sejumlah program kerja yang telah dilaksanakan mahasiswa KKN Kelompok 77 dalam mendukung penguatan literasi masyarakat Desa Astanamukti.
DPL juga berdialog langsung dengan mahasiswa mengenai perkembangan program, capaian yang telah diperoleh, kendala yang ditemui, serta strategi penyelesaian masalah selama pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa koordinasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat telah terjalin dengan baik. Sinergi tersebut menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran berbagai program penguatan literasi yang dilaksanakan selama masa KKN.
Menurut Dr. H. Yusuf, keberhasilan pengabdian tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga oleh kemampuan program dalam menghadirkan dampak yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“KKN bukan sekadar menjalankan program, tetapi bagaimana menanamkan kebiasaan literasi yang terus hidup di tengah masyarakat. Ketika sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga terbangun dengan baik, budaya membaca akan tumbuh menjadi kekuatan yang menguatkan desa,” ujar Dr. H. Yusuf, M.Pd.
Sinergi Menjadi Kunci Keberlanjutan
Dalam arahannya, Dr. H. Yusuf menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan kerja sama antara mahasiswa dengan berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, program pengabdian akan memiliki nilai lebih apabila mampu diteruskan setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN.
Program penguatan literasi yang dijalankan KKN Kelompok 77 dilaksanakan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan kegiatan yang tidak berhenti sebagai program sementara, tetapi menjadi pemantik tumbuhnya budaya membaca dan belajar di Desa Astanamukti.
Mahasiswa juga didorong untuk terus mengevaluasi program berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat sehingga kegiatan yang dilaksanakan tetap relevan dan memberikan manfaat.
Dari Program KKN Menuju Budaya Literasi
Kunjungan monitoring tidak hanya menjadi agenda evaluasi, tetapi juga ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan program.
Melalui komunikasi antara DPL dan mahasiswa, berbagai capaian serta tantangan selama pelaksanaan program dapat menjadi bahan perbaikan. Evaluasi tersebut penting agar mahasiswa mampu menyusun langkah lanjutan yang lebih tepat selama masa pengabdian.
Keberlanjutan menjadi perhatian utama karena budaya literasi membutuhkan proses yang konsisten. Kebiasaan membaca dan belajar tidak dapat dibangun hanya melalui satu atau dua kegiatan, melainkan membutuhkan dukungan lingkungan dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
Memperkuat Hubungan Kampus dan Desa
KKN Kelompok 77 berharap program penguatan literasi yang telah dirintis dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Astanamukti meskipun masa pengabdian mahasiswa nantinya berakhir.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Melalui monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala, kegiatan KKN diharapkan tidak hanya menghasilkan program yang selesai dilaksanakan, tetapi juga meninggalkan kebiasaan positif yang dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Dengan demikian, penguatan literasi menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun masyarakat Desa Astanamukti yang memiliki budaya membaca dan belajar yang semakin kuat.
Kaitan dengan SDGs
Kegiatan monitoring dan penguatan program literasi ini relevan dengan:
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education): mendukung peningkatan akses dan kualitas pembelajaran melalui penguatan budaya literasi masyarakat.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals): menekankan sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga dalam memastikan keberlanjutan program.
- SDG 11 – Kota dan Komunitas Berkelanjutan: penguatan kapasitas dan budaya belajar masyarakat dapat menjadi bagian dari pembangunan komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.


