UIN Siber Cirebon – Komitmen menjadikan riset sebagai instrumen perubahan sosial yang nyata terus ditunjukkan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui program Penelitian MoRA Kementerian Agama RI–LPDP Tahun 2026, para peneliti tidak hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga menghadirkan hasil penelitian langsung kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pemberdayaan umat.
Salah satu bentuk nyata diseminasi hasil riset tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedawung dalam agenda rutin Kajian Ahad Berkemajuan yang digelar pada Ahad, 21 Juni 2026, bertepatan dengan 6 Muharram 1448 Hijriah, di Masjid Umar bin Khottob, Kompleks SMK Farmasi Muhammadiyah, Kertawinangun, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan yang dihadiri jamaah dari berbagai kalangan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag., Guru Besar sekaligus peneliti senior UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebagai narasumber utama.
Maqasid Syariah Tidak Hanya Teori, Tetapi Solusi Kehidupan
Dalam kajian bertema “Internalisasi Maqasid Syariah dalam Kehidupan Masyarakat Modern”, Prof. Abdul Aziz menjelaskan bahwa Maqasid Syariah merupakan tujuan utama ditetapkannya hukum Islam yang berorientasi pada kemaslahatan manusia.
Menurutnya, hasil riset yang dikembangkan dalam program MoRA-LPDP 2026 menunjukkan bahwa nilai-nilai Maqasid Syariah sangat relevan untuk menjawab berbagai tantangan masyarakat modern, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga penguatan kehidupan sosial yang harmonis.
“Maqasid Syariah tidak boleh berhenti sebagai kajian teks di ruang akademik. Nilai-nilainya harus diterjemahkan menjadi solusi nyata yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Inilah esensi riset berdampak yang sedang kami kembangkan,” ungkap Prof. Abdul Aziz.
Ia menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan berupaya mengintegrasikan prinsip-prinsip kemaslahatan Islam ke dalam berbagai sektor pembangunan masyarakat, sehingga menghasilkan model pemberdayaan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Tiga Pilar Kemaslahatan untuk Masyarakat
Dalam pemaparannya, Prof. Abdul Aziz menguraikan tiga aspek utama hasil kajian yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
- Menjaga Jiwa dan Kesehatan (Hifdz an-Nafs)
Riset menegaskan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap kesehatan fisik dan mental sebagai bagian dari ajaran Islam.
Pemilihan lokasi kegiatan di lingkungan SMK Farmasi Muhammadiyah menjadi simbol bahwa kesehatan merupakan salah satu fondasi utama kesejahteraan umat.
“Islam mengajarkan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah. Masyarakat yang sehat akan lebih produktif, kuat, dan mampu membangun peradaban yang maju,” jelasnya.
- Menjaga Akal melalui Pendidikan dan Literasi (Hifdz al-‘Aql)
Di era banjir informasi dan disrupsi digital, masyarakat dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis serta literasi yang kuat.
Melalui pendekatan Maqasid Syariah, riset ini mendorong penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman yang moderat, ilmiah, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
- Menjaga Harta dan Kesejahteraan Ekonomi (Hifdz al-Mal)
Penelitian juga mengembangkan gagasan penguatan ekonomi umat melalui tata kelola ekonomi syariah yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Konsep tersebut selaras dengan penelitian yang sedang dikembangkan tim peneliti mengenai Transformasi Ekonomi Pertanian Purba Berbasis Syariah pada Smart Farming, yang bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi modern dan prinsip ekonomi Islam.
Hasil Riset Kampus Harus Membumi
Menurut Prof. Abdul Aziz, keberhasilan sebuah penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana penelitian tersebut mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Riset yang baik adalah riset yang hidup di tengah masyarakat. Melalui Kajian Ahad Berkemajuan ini, berbagai konsep yang kami kembangkan di kampus diterjemahkan menjadi panduan praktis yang dapat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat membutuhkan ilmu yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata yang mereka hadapi.
Kolaborasi Kampus dan Masyarakat untuk Perubahan
Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata implementasi model kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas lokal dalam membangun masyarakat yang lebih maju.
Keterlibatan aktif Muhammadiyah Kedawung menunjukkan bahwa hasil penelitian perguruan tinggi dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat literasi keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui kemitraan semacam ini, hasil-hasil penelitian tidak berhenti di ruang seminar atau jurnal akademik, melainkan hadir sebagai solusi yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Menghadirkan Riset yang Berdampak bagi Umat
Pelaksanaan Kajian Ahad Berkemajuan ini menjadi bukti bahwa program penelitian MoRA Kementerian Agama RI dan LPDP tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kontribusi sosial perguruan tinggi.
Melalui diseminasi hasil riset secara langsung kepada masyarakat, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang responsif terhadap kebutuhan umat dan bangsa.
“Ilmu pengetahuan akan menemukan makna sejatinya ketika mampu menjadi cahaya yang menerangi kehidupan masyarakat. Karena itu, riset harus hadir untuk menjawab persoalan nyata, memberdayakan umat, dan membawa kemaslahatan yang lebih luas.”
Dengan semangat tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong lahirnya riset-riset transformatif yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi pembangunan masyarakat yang berdaya, sejahtera, dan berkemajuan.


