UIN Siber Cirebon – Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Nasional bertema “Masa Depan Perbankan Syariah: Sinergi Green Banking dan Green Financing untuk Ekonomi Hijau” pada Selasa, 19 Mei 2026 di Auditorium FEBI Lantai 4 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa semester 2, mengenai peran strategis perbankan syariah dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui konsep green banking dan green financing.
Seminar nasional ini dipandu oleh moderator Rijal Assidiq Mulyana, S.E.I., M.Pd. serta menghadirkan narasumber Dr. Binti Nur Asiyah, S.Pd.I., M.Si. selaku Ketua Umum APSESI sekaligus Korpro S2 Ekonomi Syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Kegiatan juga mendapat dukungan penuh dari Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Didi Sukardi, M.H., serta dihadiri mahasiswa, dosen, dan civitas akademika FEBI.
Dorong Kesadaran Ekonomi Hijau di Kalangan Mahasiswa
Ketua pelaksana kegiatan, Hj. Nining Wahyuningsih, S.E., M.M., menyampaikan bahwa seminar ini menjadi ruang edukatif bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan industri perbankan syariah yang kini semakin terhubung dengan isu keberlanjutan lingkungan dan ekonomi hijau.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa perbankan syariah tidak hanya berbicara mengenai transaksi keuangan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Karena itu, seminar ini diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa tentang pentingnya green banking dan green financing dalam pembangunan ekonomi masa depan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI Dr. H. Didi Sukardi, M.H. turut mengapresiasi terselenggaranya seminar nasional tersebut sebagai bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung penguatan literasi ekonomi syariah yang adaptif terhadap tantangan global.
“Kampus harus mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Perbankan syariah memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi hijau yang etis, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Green Banking dan Green Financing untuk Masa Depan Berkelanjutan
Pada sesi pemaparan materi, Dr. Binti Nur Asiyah, S.Pd.I., M.Si. menjelaskan bahwa konsep green economy menjadi bagian penting dalam pembangunan global saat ini. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan alam dan kesejahteraan masyarakat. Ekonomi hijau hadir untuk menjaga keduanya berjalan seimbang,” tegasnya di hadapan peserta seminar.

Ia juga menyoroti pentingnya peran perbankan syariah dalam menciptakan sistem keuangan yang lebih ramah lingkungan melalui penerapan green banking dan green financing. Menurutnya, lembaga keuangan syariah memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung investasi dan pembiayaan yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Perbankan dan ekonomi hijau menjadi jembatan untuk mewujudkan mimpi tanpa merusak bumi,” jelasnya.
Selain itu, Dr. Binti Nur Asiyah menekankan bahwa kemajuan teknologi dan ekonomi harus dibangun bersama kesadaran ekologis agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak pada generasi mendatang.
“Teknologi dan ekonomi harus berkembang bersama kesadaran menjaga lingkungan, bukan saling menghancurkan,” ujarnya.
Mahasiswa Didorong Menjadi Agen Perubahan

Seminar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi ekonomi hijau, tantangan industri perbankan syariah, hingga peluang generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi syariah dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Selain memperluas wawasan mengenai industri keuangan syariah modern, seminar ini juga memperkuat kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.


