UIN Siber Cirebon (Melaka, Malaysia) — Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperluas jejaring akademik internasional. Salah satunya melalui lawatan akademik ke Perbadanan Muzium Melaka (PERZIM), Melaka, Malaysia, pada Rabu (29/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat riset sejarah, memperluas akses terhadap sumber primer, serta membangun kolaborasi akademik dengan institusi di Malaysia, termasuk Universiti Islam Melaka (UNIMEL).
Lawatan akademik tersebut memberikan kesempatan kepada dosen dan peneliti SPI untuk mempelajari secara langsung berbagai koleksi sejarah, manuskrip, arsip, dan artefak yang berkaitan dengan perkembangan Islam dan peradaban Melayu.
Menelusuri Sumber Sejarah di PERZIM
Rangkaian kunjungan diawali dengan Pusat Dokumentasi PERZIM di kawasan Muzium Rakyat. Tim memperoleh informasi mengenai pengelolaan arsip, dokumentasi sejarah, koleksi manuskrip, serta upaya pelestarian sumber sejarah Melaka.
Tidak hanya melihat koleksi, tim juga berdiskusi mengenai pengelolaan arsip dan digitalisasi dokumen sejarah. Pertukaran informasi ini membuka peluang kerja sama penelitian antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UNIMEL, dan PERZIM.
Lawatan kemudian dilanjutkan ke Muzium Sejarah dan Etnografi. Di tempat ini, tim menelusuri berbagai koleksi yang menggambarkan perjalanan Melaka dari masa Kesultanan hingga perkembangan masyarakat modern.
Koleksi mengenai perdagangan, penyebaran Islam, kehidupan masyarakat, dan hubungan budaya menjadi sumber penting untuk memahami keterhubungan sejarah Melaka dengan wilayah Nusantara.
Memperkaya Kajian Manuskrip Melayu
Agenda berikutnya berlangsung di Muzium Sastera. Museum ini menjadi ruang penting untuk mengenal berbagai manuskrip Melayu, karya sastra klasik, dan dokumen perkembangan literasi masyarakat Melayu.
Bagi peneliti sejarah, manuskrip merupakan sumber penting untuk membaca kembali perjalanan intelektual dan sosial masyarakat masa lalu. Karena itu, kunjungan ini diarahkan untuk mengidentifikasi sumber yang relevan dengan kajian sejarah Islam dan peradaban Melayu.
Rangkaian lawatan ditutup dengan kunjungan ke Hang Tuah Centre. Tim mempelajari berbagai informasi mengenai Laksamana Hang Tuah, kepemimpinan, diplomasi, serta perkembangan budaya Melayu.
Pembahasan juga berkembang pada hubungan historis antara kerajaan-kerajaan Melayu dan Nusantara. Perspektif tersebut diharapkan dapat memperkaya penelitian sejarah kawasan Asia Tenggara.
Dari Museum Menuju Riset Internasional
Lawatan akademik ini bukan sekadar kunjungan ke museum. Lebih dari itu, kegiatan menjadi bagian dari strategi SPI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun riset sejarah berbasis sumber primer dan kolaborasi internasional.
Akses terhadap arsip, manuskrip, dan artefak sejarah memberikan peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang lebih kuat dan kontekstual.
Ke depan, kerja sama dengan UNIMEL dan PERZIM diharapkan dapat berkembang melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, seminar internasional, serta pertukaran akademisi.
Melalui langkah tersebut, Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya belajar tentang masa lalu, tetapi juga menjadikannya sebagai pijakan untuk membangun masa depan akademik yang lebih kuat.
Menelusuri sejarah, merawat warisan, dan membangun kolaborasi global menjadi langkah SPI menuju program studi yang unggul dan berdaya saing internasional.


