UIN Siber Cirebon — Hubungan kerja sama antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Budi Luhur University (BLU) semakin hangat. Hal itu terlihat dalam kunjungan kerja Rektor Budi Luhur University, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc., bersama jajaran pimpinan universitas ke Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Rombongan tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan disambut hangat di Ruang Wakil Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Sugianto, S.H., M.H. Turut hadir Ketua Program Magister dan Doktor Ekonomi Syariah, Prof. Dr. Abdul Aziz, S.Ag., S.M., M.Ag., Ketua Program Magister Manajemen Pendidikan Islam, Dr. Dewi Cahyani, M.M., M.Pd., Dr. Darwan, M.T., serta sejumlah dosen Pascasarjana.
Dalam kunjungan tersebut, kedua perguruan tinggi membahas tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani dua bulan sebelumnya. Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pertukaran dosen, kolaborasi penelitian, hingga pengembangan program ketahanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Usai pertemuan, agenda dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata sebagai simbol persahabatan dan komitmen memperkuat kerja sama antarlembaga. Rombongan kemudian menuju lokasi penelitian MoRa LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di kawasan Pondok Pesantren Kanzul Ulum Cirebon.
Di lokasi tersebut, rombongan disambut Pengasuh Pondok Pesantren Kanzul Ulum, Dr. Kyai Tosuerdi, M.Pd.I., yang juga menjadi bagian dari tim peneliti MoRa LPDP. Ketua Tim Peneliti MoRa LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Abdul Aziz, menjelaskan riset tahun 2026 yang mengangkat tema pertanian purba sebagai model ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat.
Menariknya, penelitian ini memanfaatkan Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai bahan utama pupuk organik. Bahan tersebut dapat dibuat dari sumber yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat, termasuk limbah dan sampah dapur. Konsep ini dinilai dapat membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya relatif tinggi dan terkadang sulit diperoleh.
Hasil penelitian pun diperlihatkan secara langsung. Rektor BLU dan rombongan melihat budidaya cabai, terong, serta bawang yang tumbuh subur dengan perawatan sederhana dan penggunaan pupuk MOL. Bahkan, rombongan berkesempatan memanen cabai dan terong sebagai bagian dari pengalaman langsung melihat hasil riset.
Keterlibatan para santri dalam merawat tanaman menjadi nilai tambah. Mereka secara rutin menyiram tanaman pada pagi dan sore hari, sekaligus belajar mengenai pertanian organik yang sederhana dan ekonomis.
Melihat hasil tersebut, pihak Budi Luhur University tertarik mengembangkan konsep serupa di lahan kosong milik Yayasan Universitas Budi Luhur. Sebagai tindak lanjut, Tim MoRa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon direncanakan berkunjung ke Jakarta pada akhir September 2026 untuk memulai pengelolaan lahan.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada MoU, tetapi dapat diwujudkan melalui riset, inovasi, dan program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.


