UIN Siber Cirebon — Menjadi mahasiswa Fakultas Syariah bukan sekadar tentang menguasai teori hukum dan syariah. Lebih dari itu, mahasiswa dituntut memiliki cara berpikir yang berlandaskan nilai syariah, menjunjung keadilan, serta memiliki adab dan akhlak dalam setiap langkahnya.
Pesan tersebut menjadi gagasan utama dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang digelar di Gedung ICC, Kamis (27/8/2026). Mengusung tema “Cultivating Shariah Minds, Upholding Justice”, PBAK menjadi pintu awal bagi 396 mahasiswa baru untuk mengenal dunia akademik sekaligus membangun karakter sebagai mahasiswa Syariah.
Dekan Fakultas Syariah, Dr. H. Edy Setyawan, Lc., MA., memandang tema tersebut bukan sekadar slogan. Tema itu merupakan pesan moral sekaligus arah pembentukan karakter mahasiswa.
Menurutnya, “Cultivating Shariah Minds” berarti membina pola pikir yang berlandaskan syariah. Sementara “Upholding Justice” mengandung pesan agar setiap mahasiswa memiliki keberanian untuk menegakkan keadilan.
Namun, ilmu dan pemikiran yang kuat tidak akan cukup apabila tidak dibarengi dengan adab dan akhlak.
Adab Lebih Tinggi dari Ilmu
Dalam pandangan Dr. Edy, perjalanan menjadi mahasiswa harus dibangun dengan kerendahan hati. Mahasiswa memang dituntut untuk kritis, banyak membaca, dan berani menyampaikan pendapat. Namun, semua itu harus tetap berada dalam bingkai adab.
“Adab dan akhlak lebih utama dan lebih tinggi dari ilmu. Jangan pernah terjebak dengan pikiran bahwa kita maha dalam segalanya,” pesannya.
Pesan tersebut penting bagi mahasiswa Fakultas Syariah. Semakin luas ilmu yang dimiliki, seharusnya semakin rendah hati seseorang dalam menyikapi perbedaan.
Mahasiswa tidak boleh merasa paling benar hanya karena memiliki pengetahuan lebih. Sebaliknya, ilmu harus menjadi jalan untuk memahami persoalan secara lebih bijak, objektif, dan manusiawi.
Jangan Hanya Mengikuti Arus
Dr. Edy juga mengajak mahasiswa baru agar tidak mudah terbawa oleh lingkungan. Kampus merupakan ruang bertemunya berbagai pemikiran, karakter, dan latar belakang.
Karena itu, mahasiswa harus mampu memilih nilai yang baik dan memberikan pengaruh positif kepada lingkungan.
“Kita jangan terwarnai, tetapi mewarnai dengan semua praktik baik,” tegasnya.
Pesan ini menjadi tantangan bagi mahasiswa baru. Status sebagai mahasiswa bukan alasan untuk sekadar mengikuti tren atau arus lingkungan. Justru, mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari perubahan dengan menghadirkan gagasan, sikap, dan tindakan yang memberikan manfaat.
Dari Ilmu Menuju Keadilan
PBAK Fakultas Syariah 2026 juga mengingatkan bahwa belajar hukum bukan hanya tentang mengetahui aturan. Mahasiswa perlu memahami mengapa hukum hadir dan untuk siapa hukum ditegakkan.
Karena itu, mahasiswa Syariah harus menjadi generasi yang melek hukum, berpikir kritis, berpegang pada nilai syariah, serta memiliki keberanian untuk memperjuangkan keadilan.
Dari Gedung ICC, 396 mahasiswa baru memulai perjalanan akademiknya. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan kehidupan kampus, tetapi juga diajak menyiapkan diri menjadi insan akademik yang berilmu, beradab, dan mampu memberikan warna positif bagi masyarakat.
Pada akhirnya, pesan PBAK Fakultas Syariah sederhana: kuat dalam ilmu, rendah hati dalam adab, jernih dalam berpikir, dan teguh dalam menegakkan keadilan.
Oleh: Dr. H. Edy Setyawan, Lc., MA.


