UIN Siber Cirebon (Banjarmasin) — Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan tinggi. Namun, kemajuan teknologi perlu diiringi dengan penguatan peran manusia agar proses pendidikan tetap memiliki nilai, karakter, dan tujuan yang jelas.
Hal tersebut disampaikan Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Hj. Atikah, M.Pd., saat mengikuti Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) se-Indonesia 2026 di Banjarmasin.
Menurut Dr. Atikah, transformasi digital tidak boleh hanya dimaknai sebagai penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Lebih dari itu, digitalisasi harus mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses belajar bagi masyarakat.
“Transformasi digital dalam pendidikan harus diikuti dengan penguatan kompetensi pendidik dan pengembangan strategi pembelajaran yang relevan. Teknologi harus menjadi sarana untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi tetap harus berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan manusia,” ungkap Dr. Atikah.
Teknologi Bukan Pengganti Peran Pendidik
Menurutnya, perkembangan AI membuka banyak peluang bagi perguruan tinggi. Teknologi dapat membantu proses pembelajaran, penelitian, pengelolaan informasi, hingga pengembangan berbagai inovasi pendidikan.
Namun, teknologi tetap membutuhkan manusia sebagai pengarah.
Pendidik memiliki peran penting dalam membangun karakter, membimbing peserta didik, menanamkan nilai, serta menciptakan interaksi pembelajaran yang bermakna. Karena itu, kehadiran AI seharusnya dipandang sebagai alat pendukung, bukan pengganti peran dosen dan guru.
Pandangan tersebut menjadi semakin relevan bagi FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terus mengembangkan pendidikan berbasis teknologi digital.
Sebagai bagian dari universitas yang mengembangkan model Cyber Islamic University, FITK memiliki tantangan untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan adaptif. Pada saat yang sama, nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan harus tetap menjadi fondasi.
Fordetak Jadi Ruang Berbagi Praktik Baik
Dr. Atikah juga menilai keikutsertaan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam Fordetak 2026 memberikan manfaat penting bagi pengembangan pendidikan keguruan.
Forum yang mempertemukan pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dari berbagai PTKIN tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, gagasan, dan praktik baik dalam menghadapi perubahan pendidikan.
Menurutnya, setiap perguruan tinggi memiliki pengalaman dan inovasi yang dapat dipelajari bersama. Pertukaran tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan program yang lebih relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan.
“Kami melihat Fordetak sebagai kesempatan untuk belajar dari berbagai praktik baik perguruan tinggi lain. Pertukaran pengalaman ini penting untuk mendorong lahirnya inovasi baru dalam kurikulum, pembelajaran, penelitian, serta pengembangan kompetensi calon guru,” jelasnya.
Menyiapkan Guru di Era AI
Perubahan teknologi juga menuntut lembaga pendidikan untuk menyiapkan calon guru yang memiliki kompetensi lebih luas.
Guru masa depan tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran. Mereka juga perlu memahami teknologi, memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, serta mampu menggunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab.
Karena itu, pengembangan kurikulum pendidikan guru perlu terus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Teknologi harus menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi tetap ditempatkan dalam kerangka pengembangan manusia.
Bagi FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan Islam yang digital, inovatif, adaptif, dan tetap berakar pada nilai kemanusiaan.
Dari Teknologi Menuju Pendidikan yang Lebih Bermakna
Transformasi digital pada akhirnya bukan sekadar tentang seberapa canggih teknologi yang digunakan. Ukuran keberhasilannya juga terletak pada seberapa besar teknologi mampu memberikan manfaat bagi manusia.
Pesan tersebut menjadi salah satu gagasan penting yang dibawa FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dari Fordetak 2026.
Teknologi boleh semakin maju, tetapi pendidikan harus tetap memanusiakan manusia.
Melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan inovasi pembelajaran, FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berupaya menyiapkan calon pendidik yang mampu menghadapi era digital sekaligus memiliki karakter, kompetensi, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.


