UIN Siber Cirebon – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar workshop sosialisasi bertajuk “Green Campus Bright Future: Building Student Awareness for Sustainable Campus” pada Rabu, 13 Mei 2026 di Auditorium FEBI Lantai 4. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung program keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya konsep green campus di lingkungan perguruan tinggi.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Ruki Harwahyu, M.T., M.Sc., Ph.D dan Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I. Kegiatan turut mendapat dukungan penuh dari Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Didi Sukardi, S.H., M.H., serta diikuti mahasiswa dengan antusias tinggi selama kegiatan berlangsung.
FEBI Dorong Budaya Kampus Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Dekan FEBI Dr. H. Didi Sukardi, S.H., M.H. menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun budaya sadar lingkungan di kalangan mahasiswa. Menurutnya, konsep green campus tidak hanya menjadi program administratif, tetapi harus menjadi bagian dari pola pikir dan perilaku civitas akademika.

“Kampus berkelanjutan tidak dapat terwujud tanpa keterlibatan mahasiswa. Karena itu, mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mampu menjaga lingkungan, membangun budaya hemat energi, serta memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini mendukung penguatan indikator GreenMetric dan menjadi langkah nyata FEBI dalam membangun lingkungan kampus yang lebih hijau, sehat, dan ramah lingkungan.
Pengelolaan Lingkungan dan Perubahan Perilaku Mahasiswa
Pada sesi materi, Ruki Harwahyu, M.T., M.Sc., Ph.D menjelaskan pentingnya penerapan konsep green campus melalui pengelolaan lingkungan yang terintegrasi. Pembahasan mencakup pengelolaan sampah, efisiensi energi, pengurangan penggunaan plastik, hingga optimalisasi ruang hijau di lingkungan kampus.

Menurutnya, keberhasilan kampus berkelanjutan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada perubahan perilaku seluruh civitas akademika.
“Kesadaran lingkungan harus dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari. Jika mahasiswa mampu membangun budaya peduli lingkungan sejak di kampus, maka dampaknya akan sangat besar bagi masa depan keberlanjutan,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan global.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Lingkungan
Sementara itu, Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I memaparkan pentingnya integrasi nilai pendidikan, etika, dan kesadaran ekologis dalam kehidupan kampus. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai keberlanjutan.

“Mahasiswa bukan hanya peserta pendidikan, tetapi juga agen perubahan sosial. Kesadaran terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, baik di kampus maupun di masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengajak peserta untuk mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, seperti mengurangi sampah, menghemat penggunaan energi, serta mendukung berbagai program kampus hijau yang sedang dikembangkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Antusiasme Peserta Dukung Program Green Campus
Workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Mahasiswa terlihat aktif menyampaikan pandangan serta pertanyaan terkait implementasi green campus di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya pembangunan kampus berkelanjutan serta mampu berkontribusi aktif dalam menjaga lingkungan. Selain mendukung program GreenMetric, workshop ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun budaya kampus yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dan masa depan bumi.



