UIN Siber Cirebon – Menulis kerap menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian mahasiswa. Kebingungan memulai kalimat pertama, rasa takut dikritik, hingga kebiasaan bergantung pada copy-paste sering kali menjadi penghambat lahirnya karya tulis yang berkualitas.
Menjawab tantangan tersebut, UPT Pengembangan Karir UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar program intensif Writing Master Class bertajuk “Class From Idea Publication” yang berlangsung selama dua hari di Gedung Siber Lantai 5, Senin (25/5/2026). Program ini dirancang untuk membangun budaya literasi sekaligus membekali mahasiswa agar mampu menghasilkan tulisan yang layak dipublikasikan, baik dalam bentuk jurnal ilmiah, artikel populer, maupun buku.
Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag., Kepala UPT Pengembangan Karir, Wahyono, M.Pd.I., serta Sekretaris UPT CDC, Nelly Husni Laely, M.Pd.
Dalam sambutannya, Rektor Prof. Aan Jaelani menegaskan bahwa menulis bukan sekadar aktivitas teknis memindahkan kata ke dalam layar atau kertas, melainkan proses intelektual dan emosional yang membutuhkan kedalaman berpikir serta tradisi membaca yang kuat.
“Menulis itu bukan sekadar copy-paste atau mengandalkan AI. Tulisan yang hidup lahir dari proses membaca, berpikir, merenung, lalu dituangkan dengan bahasa yang mengalir dan memiliki jiwa,” tegas Prof. Aan.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar bijak memanfaatkan perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu mempercepat pekerjaan, tetapi tidak boleh menggantikan proses berpikir kritis dan kreativitas manusia.
“AI boleh membantu, tetapi tradisi membaca dan meneliti jangan sampai hilang. Tulisan mencerminkan karakter, cara berpikir, bahkan kondisi psikologis seseorang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengembangan Karir UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Wahyono, M.Pd.I., menjelaskan bahwa pelatihan ini dipersiapkan secara serius selama dua minggu untuk membangun kemampuan menulis mahasiswa secara bertahap dan terstruktur.
“Kami ingin mahasiswa mampu mengubah kegelisahan dan ide di kepala menjadi tulisan yang sistematis, menarik, dan layak dipublikasikan. Menulis bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan penting di era digital,” ujarnya.
Belajar Menulis dari Fenomena “Warung Madura”
Suasana kelas berlangsung interaktif saat Hanifah Islamiyah, M.I.Kom. membawakan materi sesi pertama bertajuk “Pengembangan Ide Menulis”. Dalam pemaparannya, ia mengajak mahasiswa memahami bahwa ide tulisan dapat lahir dari fenomena sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menggunakan contoh fenomena “Warung Madura”, Hanifah mengajarkan peserta cara menyusun kerangka tulisan menggunakan metode DFACR (Definition, Phenomenon, Analysis, Example, Reflection).
“Jangan menunggu jadi ahli baru berani menulis. Mulailah dari hal paling dekat dengan kehidupan kita. Satu objek sederhana bisa menjadi tulisan yang kuat jika dianalisis dengan perspektif yang tepat,” jelas Hanifah.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga fokus ide dalam setiap paragraf agar tulisan lebih runtut, nyaman dibaca, dan memiliki alur logis yang kuat.
Menulis Kreatif dan Berperspektif
Pada sesi kedua, Dr. Bakhrul Amal, S.H., M.Kn. membahas materi “Teknik Menulis Kreatif dan Menulis dengan Perspektif”. Ia mengupas berbagai hambatan psikologis yang sering dialami penulis pemula, mulai dari rasa takut salah hingga perfeksionisme berlebihan.
Menurutnya, tulisan yang baik bukanlah tulisan yang langsung sempurna, melainkan tulisan yang terus diperbaiki melalui proses revisi dan latihan berulang.
“Tidak ada tulisan hebat yang lahir secara instan. Semua penulis pasti melewati fase coret-coret, revisi, dan evaluasi. Yang penting adalah keberanian memulai,” ungkapnya.
Dr. Bakhrul juga memperkenalkan metode SLOW (Spesifik, Low Budget, Original, Workable) sebagai pendekatan sederhana dalam membangun riset dan tulisan ilmiah yang memiliki unsur kebaruan (novelty).
Writing Session Jadi Laboratorium Kreativitas Mahasiswa
Tidak hanya mendapatkan teori, peserta juga langsung mengikuti Writing Session sebagai praktik nyata menuangkan ide menjadi draf tulisan. Ruang kelas berubah menjadi laboratorium kreativitas, di mana mahasiswa mulai menulis dengan pendampingan intensif dari fasilitator alumni berprestasi UIN Siber Cirebon, yakni Siti Mahmudah, M.Pd. dan Al-Fina, M.Hum.
Seluruh draf awal yang dihasilkan peserta pada hari pertama akan dikembangkan dan dipoles kembali pada agenda hari kedua agar siap menuju tahap publikasi nyata.
Melalui kegiatan ini, UPT Pengembangan Karir UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap mampu melahirkan generasi mahasiswa yang tidak hanya aktif membaca dan berpikir kritis, tetapi juga produktif menghasilkan karya tulis yang berkualitas, inspiratif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.




