UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui UPT Pengembangan Karir UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa melalui kegiatan Writing Mastery Class 2026. Pelatihan intensif yang diikuti ratusan mahasiswa ini menjadi wadah strategis untuk mengasah kemampuan menulis akademik dan populer sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan era digital berbasis Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias tersebut menghadirkan empat narasumber ahli serta melibatkan alumni berprestasi sebagai fasilitator pendamping. Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu membangun keterampilan komunikasi tertulis yang terstruktur, kritis, dan memiliki daya tarik publik.
Kepala UPT Pengembangan Karir UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Wahyono, M.Pd.I., menegaskan bahwa kemampuan menulis saat ini menjadi salah satu kompetensi penting yang wajib dimiliki mahasiswa di tengah persaingan global dan transformasi digital yang terus berkembang.
“Melalui Writing Mastery Class 2026 ini, kami ingin mahasiswa memiliki keseimbangan antara softskill dan hardskill. Menulis bukan sekadar menyusun kata, tetapi bagaimana menghadirkan gagasan yang runtut, komunikatif, dan memiliki nilai. Karena itu kami menghadirkan narasumber ahli serta alumni untuk berbagi pengalaman nyata kepada peserta,” ujar Wahyono.
Menurutnya, fenomena penggunaan AI yang semakin masif perlu disikapi secara bijak oleh mahasiswa. Ketergantungan penuh terhadap teknologi tanpa pemahaman mendalam justru akan membuat tulisan kehilangan arah dan identitas.
“AI boleh digunakan sebagai alat bantu, tetapi jangan sampai tulisan menjadi kosong tanpa rasa dan analisis. Banyak tulisan terlihat rapi, tetapi antarparagraf tidak saling terhubung sehingga terasa tidak memiliki nyawa. Di sinilah pentingnya kemampuan berpikir kritis dan membangun alur cerita yang kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menekankan bahwa keterampilan menulis tidak dapat dipisahkan dari budaya membaca. Dalam sambutannya, ia mengajak mahasiswa untuk memperkaya kosakata, membangun logika berpikir, dan menjaga kualitas bahasa dalam setiap tulisan.
“Menulis itu soal rasa dan kebiasaan membaca. Orang yang banyak membaca akan memiliki kekayaan diksi dan cara berpikir yang lebih hidup. Karena itu, jangan malas membaca jika ingin tulisan kalian memiliki karakter dan mampu mempengaruhi pembaca,” ujar Prof. Aan Jaelani.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terlalu bergantung pada kecerdasan buatan. Menurutnya, AI cukup digunakan sebagai alat bantu untuk menyusun kerangka berpikir atau outline tulisan, sementara substansi dan analisis tetap harus lahir dari proses membaca, berpikir, dan pengalaman penulis sendiri.
“Karakter tulisan itu mencerminkan kepribadian penulisnya. Kalau semuanya diserahkan ke AI, maka tulisan akan kehilangan rasa dan jiwa,” tegasnya.
Selain mendapatkan materi kepenulisan, para peserta juga didorong aktif menulis di media sosial dan platform digital sebagai bagian dari pembangunan personal branding dan rekam jejak digital positif.
“Ketika mahasiswa aktif menulis dan menghasilkan konten positif, maka rekam jejak digitalnya juga akan terbentuk dengan baik. Itu menjadi nilai tambah yang luar biasa ketika memasuki dunia kerja,” pungkas Rektor.
Melalui kegiatan Writing Mastery Class 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap mampu melahirkan generasi mahasiswa yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, literasi digital, dan daya saing tinggi di era transformasi teknologi.


