UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) semester 7 UIN Siber Cirebon melaksanakan layanan bimbingan mental bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan beragama Islam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cirebon, Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30–14.30 WIB di aula Rutan Kelas I Cirebon tersebut mengangkat tema “Aku Berharga: Menumbuhkan Self-Esteem melalui Sabar, Ikhtiar, dan Tawakal.”
Kegiatan menjadi bagian dari pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa BKI semester 7. Sebanyak enam mahasiswi praktikan, yakni Sabrinaryne Choirunnisya, Vivi Nur Amaliyah, Tiara Roichah, Ade Zulfa Hidayati, Pepi Haryani, dan Siti Fadillah, memberikan layanan kepada 29 WBP perempuan beragama Islam.
Berangkat dari Kebutuhan WBP
Pelaksanaan bimbingan disusun berdasarkan hasil asesmen kebutuhan yang menunjukkan adanya kebutuhan WBP dalam pengelolaan masalah dan penguatan diri. Melalui layanan tersebut, mahasiswa berupaya membantu peserta memahami cara menghadapi persoalan sekaligus membangun penghargaan terhadap diri atau self-esteem.
Bimbingan diawali dengan layanan klasikal menggunakan metode ceramah interaktif. Materi mengangkat tiga nilai utama dalam menghadapi persoalan kehidupan, yaitu sabar, ikhtiar, dan tawakal. Pemaparan materi diperkuat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam QS. Ali ‘Imran: 139, QS. Al-Baqarah: 153, dan QS. Ar-Ra’d: 11.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk membantu peserta melihat bahwa kondisi yang sedang dihadapi maupun kesalahan pada masa lalu tidak menghilangkan keberhargaan diri dan kesempatan untuk melakukan perubahan.
Diskusi Kelompok Bangun Penguatan Diri
Setelah bimbingan klasikal, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan kelompok melalui studi kasus. Peserta diajak mendiskusikan bagaimana nilai sabar, ikhtiar, dan tawakal dapat diterapkan ketika menghadapi berbagai persoalan.
Diskusi berlangsung secara interaktif. Peserta menyampaikan pandangan dan pengalaman melalui kelompok, kemudian mempresentasikan hasil pembahasan di hadapan peserta lainnya. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong peserta untuk mengenali kekuatan diri sekaligus melihat kemungkinan perubahan yang dapat dilakukan.
Dalam salah satu sesi presentasi, seorang WBP menyampaikan refleksi, “Kami bukan penjahat, kami hanya tersesat.” Pernyataan tersebut menjadi bagian dari dinamika diskusi mengenai penerimaan diri, proses memperbaiki diri, dan harapan untuk terus bertumbuh.
Kegiatan kemudian ditutup dengan komitmen bersama, “Aku tetap berharga, dan aku masih bisa bertumbuh.”
Menjadi Pintu Pendampingan Lebih Personal
Bimbingan mental ini tidak berhenti pada satu kali pertemuan. Berdasarkan proses layanan, beberapa WBP yang teridentifikasi membutuhkan pendampingan lebih lanjut akan ditindaklanjuti melalui layanan konseling kelompok maupun konseling individu pada sesi berikutnya sesuai kebutuhan.
Bagi mahasiswa BKI, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan konseling yang diperoleh selama perkuliahan dalam konteks nyata. Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat kemampuan mahasiswa dalam melakukan asesmen kebutuhan, memberikan layanan bimbingan, membangun komunikasi, serta merancang tindak lanjut secara tepat.
Pelaksanaan kegiatan ini turut mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, terutama melalui perhatian terhadap aspek kesejahteraan psikososial dan penguatan diri. Kegiatan juga berkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena memberikan pengalaman pembelajaran praktis bagi mahasiswa sekaligus mendorong proses pengembangan diri melalui layanan yang edukatif dan humanis.
Melalui PPL, UIN Siber Cirebon terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari situasi nyata sekaligus menghadirkan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Bimbingan mental di Rutan Kelas I Cirebon menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menempatkan nilai kemanusiaan, penerimaan diri, dan kesempatan untuk bertumbuh sebagai bagian penting dari proses pendampingan.



