Tafsir K.H. Ahmad Sanusi Jadi Rujukan Baru Memahami Al-Qur’an melalui Pendekatan Tasawuf Nusantara
UIN Siber Cirebon – Prestasi akademik kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon di kancah internasional. Dosen Fakultas Ushuluddin dan Adab, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., bersama tim peneliti lintas perguruan tinggi berhasil mempublikasikan hasil penelitian bertajuk “Sufistic Epistemology in Nusantara Qur’anic Exegesis: Reading K.H. Ahmad Sanusi’s Rawḍat al-‘Irfān fī Ma’rifat al-Qur’ān” pada AFKAR: Journal of ‘Aqidah & Islamic Thought, jurnal internasional bereputasi yang telah terindeks Scopus, Emerging Sources Citation Index (ESCI-Web of Science), ATLA Religion Database, ASEAN Citation Index (ACI), dan MyCite.
Penelitian kolaboratif tersebut melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, yakni Dr. Hajam dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Taufik Hidayatulloh dari Universitas Paramadina, Abdillah dari Universitas Sains Al-Qur’an, serta Luluk Masruroh, David Rifai, dan Yuzaidi dari Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Mengangkat Kekayaan Tafsir Nusantara ke Panggung Dunia
Penelitian ini berangkat dari kebutuhan masyarakat modern akan pemahaman agama yang tidak hanya bersifat tekstual, tetapi juga mampu memberikan ketenangan batin, pedoman moral, serta solusi atas berbagai persoalan kehidupan.
Dalam konteks tersebut, para peneliti mengkaji Tafsir Rawḍat al-‘Irfān fī Ma’rifat al-Qur’ān, karya ulama besar asal Sukabumi, Jawa Barat, K.H. Ahmad Sanusi, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan tafsir Al-Qur’an di Nusantara.
Melalui pendekatan penelitian kualitatif, tim peneliti menemukan bahwa tafsir karya K.H. Ahmad Sanusi menawarkan model penafsiran Al-Qur’an yang memadukan antara pemikiran rasional, pengalaman spiritual, dan pembentukan akhlak.
Kajian tersebut menunjukkan bahwa epistemologi sufistik dalam tafsir Ahmad Sanusi dibangun melalui tiga dimensi utama, yaitu tasawuf akhlāqī (pembinaan akhlak), tasawuf falsafī (pendekatan filosofis), dan tasawuf ‘irfānī (pengalaman spiritual atau ma’rifah kepada Allah SWT).
Ketiga pendekatan tersebut saling melengkapi sehingga menghasilkan penafsiran Al-Qur’an yang tidak hanya menjelaskan makna ayat secara intelektual, tetapi juga mendorong transformasi moral, pendalaman spiritual, serta penguatan hubungan manusia dengan Allah SWT.
Menawarkan Paradigma Baru dalam Studi Tafsir Al-Qur’an
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa Rawḍat al-‘Irfān merupakan salah satu model tafsir khas Nusantara yang berhasil mengintegrasikan tradisi intelektual Islam lokal dengan prinsip-prinsip epistemologi tasawuf.
Berbeda dengan pendekatan hukum (fikih) maupun pendekatan ilmiah yang selama ini lebih dominan dalam studi tafsir kontemporer, penelitian ini menawarkan paradigma alternatif yang menempatkan dimensi spiritual sebagai bagian penting dalam memahami pesan-pesan Al-Qur’an.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pemahaman terhadap Al-Qur’an tidak hanya diperoleh melalui logika dan analisis bahasa, tetapi juga melalui penyucian jiwa, pembentukan karakter, pengalaman batin, dan kedekatan kepada Allah SWT.
Dengan demikian, tafsir tidak sekadar menjadi kajian akademik, melainkan juga menjadi sarana membangun pribadi Muslim yang berakhlak mulia, bijaksana, serta mampu menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan bermasyarakat.
Mengangkat Warisan Ulama Nusantara ke Tingkat Internasional
Publikasi ilmiah ini sekaligus memperkuat pengakuan dunia terhadap kekayaan khazanah intelektual Islam Nusantara.
Selama ini, karya-karya ulama Nusantara sering kali kurang dikenal dalam diskursus akademik global. Melalui penelitian ini, pemikiran K.H. Ahmad Sanusi diperkenalkan kepada komunitas ilmiah internasional sebagai salah satu model penafsiran Al-Qur’an yang memiliki karakter khas, moderat, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Islam di Indonesia memiliki kontribusi besar dalam memperkaya metodologi studi Al-Qur’an di tingkat global.
Komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terhadap Riset Bereputasi Dunia
Keberhasilan publikasi pada jurnal internasional bereputasi menjadi bukti nyata komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, serta kolaborasi akademik lintas perguruan tinggi.
Capaian ini diharapkan mampu menginspirasi dosen, peneliti, mahasiswa, serta generasi muda untuk terus mengembangkan penelitian yang tidak hanya memiliki kualitas akademik tinggi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan perkembangan peradaban Islam.
Lebih dari itu, penelitian ini menjadi pengingat bahwa warisan intelektual ulama Nusantara merupakan aset bangsa yang sangat berharga dan layak terus dikaji, dikembangkan, serta diperkenalkan kepada dunia sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam membangun peradaban Islam yang moderat, inklusif, dan berkemajuan.


