Opini Pojok Rektor
Home » Pos » Opini » Konsolidasi Kerja Nasional PSGA PTKI Perkuat Ekosistem Pendidikan Tinggi Keagamaan yang Adil Gender dan Bebas Kekerasan

Konsolidasi Kerja Nasional PSGA PTKI Perkuat Ekosistem Pendidikan Tinggi Keagamaan yang Adil Gender dan Bebas Kekerasan

Konsolidasi Kerja Nasional PSGA PTKI Perkuat Ekosistem Pendidikan Tinggi Keagamaan yang Adil Gender dan Bebas Kekerasan

UIN Siber Cirebon — Pendidikan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat setiap individu. Perguruan tinggi merupakan ruang lahirnya ilmu pengetahuan sekaligus tempat bertumbuhnya karakter, sehingga setiap warga kampus harus memperoleh hak yang sama untuk belajar, berkarya, dan berkembang dalam lingkungan yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

Atas dasar itulah, penyelenggaraan Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 30 Juni–3 Juli 2026 memiliki makna yang sangat strategis. Forum ini bukan sekadar agenda koordinasi kelembagaan, tetapi menjadi ruang bersama untuk memperkuat komitmen nasional dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi keagamaan Islam yang berkeadilan gender, inklusif, ramah anak, ramah penyandang disabilitas, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan.

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat semakin menyadari pentingnya menciptakan kampus yang aman. Berbagai kasus kekerasan seksual, perundungan, diskriminasi, dan kekerasan berbasis gender yang terjadi di lingkungan pendidikan menjadi pengingat bahwa keberhasilan akademik tidak dapat dipisahkan dari kualitas budaya kampus. Kampus yang unggul bukan hanya diukur dari prestasi riset atau akreditasi, tetapi juga dari kemampuannya melindungi seluruh sivitas akademika dan menjamin penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, PTKI memiliki tanggung jawab yang lebih luas. Selain menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, PTKI juga mengemban amanah moral untuk menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan akademik. Nilai keadilan, kesetaraan, kasih sayang, penghormatan terhadap perempuan, perlindungan anak, serta kepedulian terhadap kelompok rentan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam.

Dalam konteks tersebut, keberadaan PSGA memiliki posisi yang sangat penting. Selama bertahun-tahun, PSGA telah menjadi motor penggerak pengarusutamaan gender, pengembangan kajian keilmuan yang responsif terhadap isu perempuan dan anak, pendampingan korban kekerasan, penguatan kebijakan kampus, hingga penyusunan berbagai rekomendasi ilmiah yang mendukung lahirnya regulasi yang lebih berpihak kepada kemanusiaan.

PSGA PTKI: Pilar Strategis Membangun Pendidikan Tinggi Islam yang Inklusif, Adil Gender, dan Bebas Kekerasan

Karena itu, konsolidasi nasional ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh PSGA PTKI agar memiliki arah gerakan yang lebih kuat, lebih terukur, dan semakin berdampak bagi masyarakat. Tantangan ke depan bukan hanya menyelesaikan kasus ketika kekerasan telah terjadi, tetapi membangun sistem yang mampu mencegahnya sejak awal melalui pendidikan, literasi, kebijakan, tata kelola, dan budaya akademik yang sehat.

Saya meyakini bahwa membangun kampus yang bebas kekerasan tidak dapat dilakukan oleh satu unit kerja saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur perguruan tinggi, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, pusat studi, hingga mitra eksternal. Pencegahan kekerasan harus menjadi budaya bersama yang terintegrasi dalam kebijakan, kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, layanan kemahasiswaan, dan tata kelola kelembagaan.

Di era transformasi digital, tantangan tersebut juga semakin kompleks. Bentuk-bentuk kekerasan tidak lagi hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui ruang digital, media sosial, maupun berbagai platform komunikasi daring. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, etika bermedia, perlindungan data pribadi, serta pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang sehat.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk terus menghadirkan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada perlindungan seluruh sivitas akademika. Kami percaya bahwa transformasi digital harus berjalan beriringan dengan transformasi budaya. Kemajuan teknologi akan memberikan manfaat yang optimal apabila dibangun di atas fondasi nilai-nilai keadilan, kesetaraan, integritas, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Lebih dari itu, konsolidasi nasional ini diharapkan melahirkan rekomendasi kebijakan yang implementatif bagi seluruh PTKI di Indonesia. Hasil-hasil forum tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata yang mampu memperkuat kelembagaan PSGA, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas jejaring kolaborasi, serta memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jadi Tuan Rumah Konsolidasi Nasional PSGA PTKI se-Indonesia, Perkuat Kampus Adil Gender, Inklusif, dan Bebas Kekerasan

Saya juga mengapresiasi kehadiran para pemangku kepentingan dari Kementerian Agama Republik Indonesia, akademisi, peneliti, organisasi masyarakat sipil, ulama perempuan, mitra pembangunan, dan berbagai institusi yang telah menunjukkan komitmen bersama untuk membangun pendidikan tinggi Islam yang lebih inklusif dan berkeadaban. Sinergi lintas sektor seperti inilah yang akan mempercepat lahirnya perubahan yang nyata.

Sebagai tuan rumah, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon merasa terhormat dapat menjadi bagian dari gerakan nasional ini. Kami berharap semangat yang lahir dari Cirebon—kota yang memiliki sejarah panjang tentang toleransi, kebudayaan, dan peran penting ulama perempuan dalam membangun peradaban—dapat menjadi inspirasi bagi seluruh PTKI di Indonesia.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, publikasi ilmiah, atau prestasi akademik semata. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika kampus mampu melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, menghargai keberagaman, menjunjung tinggi keadilan, serta memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Melalui Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja PSGA PTKI ini, kita meneguhkan komitmen bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam harus menjadi pelopor dalam membangun peradaban yang lebih adil, lebih inklusif, lebih manusiawi, dan lebih bermartabat. Dari kampus yang aman akan lahir generasi yang unggul. Dari budaya yang menghormati martabat manusia akan tumbuh Indonesia yang lebih maju, berkeadilan, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Oleh: Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.

UIN Siber Cirebon Resmi Beralih ke Aplikasi PUSAKA Kemenag Mulai 1 Juli 2026, Seluruh ASN Wajib Perbarui Data SIMPEG

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

June 2026
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Archives

Pos Terbaru